Kamar GRIU RSUD Moh. Anwar Sumenep Banyak Diminati Pasien

Dari Depan, Tampak Kemegahan Gedung Graha Rawat Inap Utama (GRIU) I RSUD Dr. H. Moh. Anwar Sumenep (istimewa/SI)

SUMENEP, Selasa (15/05/2018) suaraindonesia-news.com – Kamar Graha Rawat Inap Utama atau GRIU di RSUD Dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Madura, Jawa Timur, ternyata banyak diminati pasien.

Selain karena fasilitasnya yang sangat baik, juga tidak ada aturan jam besuk yang membatasi keluarga untuk menemui pasien. Sehingga keluarga bisa dengan leluasa untuk menemani pasien tanpa dibatasi dengan aturan jam besuk sebagaimana yang diberlakukan pada ruang perawatan lain.

Direktur RSUD Moh. Anwar Sumenep melalui Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Ruangan GRIU Sigit Setiawan, S.Kep.Ners mengatakan, kamar GRIU, baik GRIU I maupun GRIU II tidak bisa dipesan secara langsung tanpa melalui proses antrian. Menurutnya, ketersediaan kamar GRIU secara keseluruhan hanya sebanyak 37 kamar. Sementara pasien yang ingin mengakses layanan kamar GRIU rata-rata setiap harinya selalu melebihi kapasitas.

“Pasien sperhari yang mengantri rata-rata diatas 10 pasien. ini membuat setiap pasien yang ingin mengakses layanan GRIU harus melalui antrian, dan mengikuti prosedur yang berlaku,” kata Sigit melalui pesan rilisnya, Selasa (15/05) siang.

Dijelaskan Sigit, prosedur yang dimaksud yaitu pasien terlebih dahulu harus melakukan pendaftaran di Front Office (FO) dan mendapatkan nomor register. Selanjutnya, pihak FO kemudian konfirmasi ke GRIU. Apabila kamar tidak tersedia atau penuh akan mendapatkan nomor antrian dan sementara itu pasien akan dikirim ke ruang perawatan lain untuk transit sekaligus mendapatkan tindakan yang dibutuhkan sambil menunggu antrian di GRIU.

“Yang perlu diketahui bahwa pasien atau keluarga tidak perlu melakukan konfirmasi, karena apabila sudah waktunya pasti kami panggil pasien yang bersangkutan untuk masuk ke GRlU,” terangnya.

Samping Depan, Tampak Kemegahan Gedung GRIU II RSUD Dr. H. Moh. Anwar Sumenep (istimewa/SI)

Ditegaskan Sigit, pasien tidak bisa serta-merta memesan layanan kamar GRIU untuk kemudian langsung bisa menempati. Namun, semua pasien harus melalui presedur yang berlaku.

“Siapapun pasiennya umum atau BPJS, pejabat atau masyarakat biasa harus mengikuti prosedur itu. Disini terkadang ada masyarakat yang salah paham ke kami. Melihat sendiri ada kamar kosong di GRIU lantas dikira kami tidak memberikan, lalu dicurigai ada kongkalikong dengan pasien lain padahal tidak begitu,” tandasnya.

Lanjutnya, kamar kosong di GRIU yang terkadang terlihat oleh keluarga pasien biasanya karena sedang diperbaiki atau sedang dalam proses sterilisasi, jika sebelumnya ditempati oleh pasien dengan penyakit tertentu. Sebab sambung Sigit, setiap kamar yang ditinggalkan pasien butuh proses penyiapan guna memastikan semua sarana yang dibutuhkan siap digunakan untuk kebutuhan pasien.

Dari itu, pihaknya berharap kepada masyarakat agar apabila ada permasalahan tidak mengambii kesimpulan sendiri.

“Kalau ada permasalahan, keluhan saran atau apapun yang perlu disampaikan kepada pihak Rumah Sakit, saya berharap menyampaikan langsung ke bagian instalasi Peduli Pelanggan di Gadung PUSPA RS atau pojok informasi di Gedung FO, agar dapat diselesaikan dengan baik sehingga tidak terjadi kesalahfahaman,” pungkasnya.

Reporter : Syaiful
Editor : Amin
Publisher : Imam