Kajari Tahuna ditantang LSM Selesaikan Dugaan Temuan 5 SP2D Fiktif Di 5 SKPD

Ilustrasi

Tahuna, Suara Indonesia- News.Com-Salah satu aparat penegak hukum di Sangihe, yakni pihak Kejaksaan Negeri (Kajari) Tahuna ditantang untuk segera menyelesaikan adanya dugaan penyalahgunaan surat perintah pencairan dana (SP2D) fiktif pada 5 satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang melibatkan oknum pejabat teras.

Demikian dikatakan oleh salah satu Pegiat LSM di Sangihe, Recky Patras, baru-baru ini, pada media ini. Recky mensupport pihak korps baju cokelat (julukan lain bagi kejaksaan, red) di Sangihe agar bisa menjerat sejumlah oknum pejabat yang terindikasi kuat telah menyalahgunakan keuangan negara itu.

“Hal ini sudah menjadi rahasia umum. Kami mendukung aparat kejaksaan di daerah ini, agar berani mengambil langkah tegas. Kalau memang salah atau melakukan perbuatan hukum jangan dibiarkan segera ditindaki,” tantang Recky. Hal senada, juga disuarakan oleh Koordinator Bidang Investigasi LP3 Sulut, Johanis Anto Misa.

Dikatakannya, penegakan supremasi hukum di daerah tidak boleh dilakukan secara tebang pilih dan hanya berlaku bagi kalangan-kalangan kecil saja.

“Kami minta aparat penegak hukum di daerah berani menindak tegas mereka-mereka (oknum pejabat, red) yang diduga kuat telah melakukan perbuatan melawan hukum. Dan seandainya nanti terbukti, tentu akan memberikan efek jera bagi para pejabat lainnya,” tandas Johanis, Sabtu lalu.

Dari informasi yang dapat dipercaya kebenarannya, terungkap, di mana salah satu bendahara pada 5 SKPD yang diduga kuat ditemukan adanya SP2D fiktif, disebutkan, oleh sang bendahara yang tidak ingin identitasnya terungkap itu, bahwa dirinya kaget saat diminta surat pertanggungjawaban (SPJ) oleh pihak PPKAD Sangihe terkait adanya SPPD.

“Saya sendiri kaget dan heran mengapa belum ada kegiatan, tetapi SP2Dnya sudah keluar dari pihak PPKAD. Terang saja, saya tak mau menandatanganinya karena nantinya akan berurusan dengan persoalan hukum,” ujar Sang Bendahara, baru-baru ini.

Sementara, Kajari Tahuna, Pranoto SH, ketika dikonfirmasi mengenai hal tersebut tak menampiknya. “Kasusnya kini tengah kami selidiki dan sudah ada beberapa pejabat yang kami panggil guna dimintai keterangan. Percayakan kepada kami (aparat kejaksaan, red) persoalan ini dan akan kami selesaikan secepatnya,” ucap Pranoto meyakinkan. (dry).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here