Kacabdindik Kecewa, Saat UNBK Ada Perbaikan Listrik

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdindik) Propinsi Jawa Timur (Jatim) Wilayah Kabupaten Lumajang, Drs H Sugiono Eksantoso, MM saat ditemui di ruang kerjanya.

LUMAJANG, Senin (9/04/2018) suaraindonesia-news.com – Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdindik) Propinsi Jawa Timur (Jatim) Wilayah Kabupaten Lumajang, Drs H Sugiono Eksantoso MM, sangat kecewa kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN) area Lumajang, karena ada perbaikan saat ujian SMA dan SMK.

Kenapa tidak, sebab kata Sugiono, menyayangkan hal ini. Padahal sudah ada komitmen dan MoU dari daerah sampai ke pusat, bahwa jelang ujian nasional (UN) tidak akan ada persoalan yang menghambat proses UN tersebut.

“Kalau begini kan sangat merugikan pihak kami. Seharusnya perbaikan tidak dilakukan pada hari efektif atau pas ada UN. Saya segera instruksikan semua lembaga wajib siapkan jenset,” kata Sugiono tadi sore saat ditemui sejumlah media diruang kerjanya.

Menurut informasi dari PLN area Lumajang, ada kerusakan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Paiton, Kabupaten Probolinggo. Sehingga pasokan listrik berkurang. Dan untuk melayani kelistrikan tetap menyala, maka dilakukan pemadaman bergilir di wilayah Kabupaten Jember dan Kabupaten Lumajang.

Baca Juga: Usai Sidang Paripurna, Plt Bupati Lumajang Langsung Tinjau UNBK 

 

Dan, kata Sugiono, berdasarkan informasi yang di dapatkan dari pihak PLN area Lumajang melalui pesan WA, bahwa pemadaman tersebut dengan pembagian, ada tahap 1, 2 dan 3, dengan waktu bergilir 2 jam dengan hari yang tidak bisa ditentukan, karena dalam proses perbaikan PLTU.

“Yang jelas ada pengaruhnya, seperti penurunan voltase. Genset sudah disiapkan masing-masing sekolah biarpun itu sewa, dan mahal menurut pihak sekolah,” keluhnya lagi.

Yang lebih menjengkelkan lagi, diungkapkan Sugiono, pada saat UNBK SMK, tidak ada pemberitahuan sebelumnya dari pihak PLN kalau mau ada pemadaman.

“Ada penurunan voltase di sejumlah sekolah. Dan banyak lembaga yang gagal login, dan banyak yang logout. Kami sangat kecewa atas kejadian sebelumnya dan saat ini,” beber pria asal Situbondo ini.

Sugiono juga menegaskan bahwa salah satu contoh SMK gagal login, seperti di SMK Mulia Tempeh dan SMK Rowokangkung.

“Dua kali kejadian yang merugikan, dan sangat menghambat proses ujian,” ujarnya lagi.

Sementara itu, dari pantauan Sugiono bersama Plt Bupati Lumajang siang tadi, ditemukan ada salah satu siswa di SMAN 3 Lumajang yang lebih dari 20 menit belum datang ke sekolah karena pulang ke rumahnya untuk mengambilian nomor ujian.

“Dia beralasan ketakutan kepada pengawas ujian karena tidak membawa nomor ujian. Dan siswa tersebut berasal dari siswa Kunir,” tambahnya.

Sugiono mengusulkan kepada semua pengawas dan pihak sekolah untuk menyampaikan kepada siswa untuk meninggalkan nomor ujian di sekolah saja, jangan di bawa pulang, itu beresiko tinggi.

“Pengawas itu jangan macam kayao anggota Kodim. Semua itu anak didik kita, jangan sok militer. Iya kalau rumahnya dekat, seperti di Kunir mereka pasti ngebut, bahaya di jalan loh,” imbuhnya lagi.

Di Kabupaten Lumajang ini, ada sekitar 10 persen dari jumlah keseluruhan lembaga yang bergabung dengan SMA atau SMK yang lainnya saat ujian ini.

“Seperti SMA Trisula dari Kecamatan Tempursari bergabung ke SMA Muhammadiyah Lumajang. Alhamdulillah mereka itu gratis dan masih dapat makan, dan itu patut ditiru lembaga pendidikan yang ada Kabupaten Lumajang,” pungkas Sugiono.

Sementara itu, Manager PLN area Lumajang, Agus Ujianto saat ditanya awak media hanya menjawab pertanyaan media dengan “Alhamdulillah aman”.

Yang pada pesan WA kepada Kepala UPT Pendidikan Wilayah Lumajang, Agus menyampaikan bahwa sehubungan hal ini, atas ketidaknyamanan ini PLN menyampaikan permohonan maaf.

Reporter : Achmad Fuad Afdlol
Editor : Amin
Publisher : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here