Jember Jadi Pusat Peresmian Sumur Bor di Jawa Timur

Pengasuh Ponpes Al Yasini, KH. Abdullah Yakin memotong pita peresmian sumur bor, yang disaksikan langsung oleh Menteri ESDM, Ignasius Jonan. (Foto: Guntur Rahmatullah / Suara Indonesia News)

JEMBER, Sabtu (7/4/2018) suaraindonesia-news.com – Dalam memenuhi pemerataan hak dasar rakyat Indonesia yaitu salah satunya ketersediaan air bersih, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) selama tahun 2017 berhasil membangun sebanyak 237 unit sumur bor yang tersebar di seluruh Indonesia. Untuk di wilayah Propinsi Jawa Timur terdapat 53 unit sumur bor yang tersebar di 18 Kabupaten/ Kota.

“Kali ini kami pilih Kabupaten Jember sebagai pusat peresmian dari seluruh wilayah di Jawa Timur, dimana Jember sendiri telah direalisasikan sebanyak 7 unit sumur bor selama 2017,” terang Kepala Badan Geologi ESDM, Rudy Suhendar dalam sambutannya, Sabtu (7/4/2018).

Adapun beberapa wilayah di Kabupaten Jember yang mendapat unit sumur bor tersebut di antaranya Desa Suci Kec. Panti, Desa Karangkedawung Kec. Mumbulsari, Desa Tamansari Kec. Mumbulsari, Desa Garahan Kec. Silo, Desa Sempolan Kec. Silo, Desa Manggisan Kec. Tanggul, Desa Pondokrejo Kec. Tempurejo.

Peresmian sumur bor ini bertempat di Pondok Pesantren Al Yasini, Desa Suci Kec. Panti yang langsung diresmikan oleh Menteri ESDM, Ignasius Jonan.

Jonan mengatakan bahwa fokus Pemerintahan Presiden Joko Widodo adalah pemerataan hak dasar hidup masyarakat Indonesia.

“Hak dasar seperti tersedianya air bersih, listrik, BBM itu harus berkeadilan sosial, itu pesan Presiden Jokowi, untuk Jember sendiri tahun ini (2018) mendapat 11 titik yang akan segera direalisasikan, dan secara global seluruh wilayah Indonesia akan dibangun sebanyak 550 titik pada tahun ini,” kata Jonan dalam sambutannya.

Jonan menjelaskan bahwa setiap satu subur bor ini menghabiskan biaya sebesar Rp. 400-500 juta dengan manfaat yang sangat besar. Sumur bor ini mempunyai kedalaman 126 meter mampu menghasilkan air bersih 2 liter per detiknya dan dapat melayani 3000 jiwa.

“Sumur bor ini merupakan perjuangan dari Bapak Bambang Hariyadi, Anggota Komisi VII DPR RI yang mempunyai dapil Jember dan Lumajang,” imbuhnya.

Anggota Komisi VII DPR RI mengatakan bahwa pihaknya akan terus mengupayakan langkah untuk antisipasi masalah kekeringan.

“Alhamdulillah di dapil saya mendapat 7 unit pada 2017, ini besar dibanding wilayah lainnya, ke depannya akan kita upayakan agar bertambah lagi tentunya harus melihat fungsi dan pemanfaatannya, agar tidak mubazir,” ucap Bambang.

Ke depannya, Bambang akan memperjuangkan untuk pelayanan ketersediaan MCK di dapilnya yang akan diajukan ke Pemerintah Pusat.

Sementara itu, Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR berjanji akan terus bersinergi dengan Pemerintah Pusat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Jember.

“Alhamdulillah 2018 ini Jember dapat 11 unit yang akan direalisasikan, ke depannya kita akan koordinasikan dengan Pemerintah Pusat untuk titik-titik kerawanan kekeringan,” tutur Faida.

Reporter : Guntur Rahmatullah
Editor : Agira
Publisher : Tolak Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here