Jelang WIFT 2017 Halsel, DKP Malut Dan TNI AL Ternate Akan Terus Lakukan Pengawasan

Kepala DKP Malut Buyung Rajiloen Dan Danlanal Ternate Kolonel Laut (P) Rizaldi

Reporter : Ipul

TERNATE MALUT, Kamis (20/04/2017) suaraindonesia-news.com -Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku Utara terus melakukan kesiapan untuk menyambut Tournamen Piala Presiden 2017 yakni Widi International Fishing Tournament (WIFT) yang akan diselenggaran di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) pada 25 sampai dengan 29 Oktober 2017 mendatang.

Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan Provinsi Malut, M Buyung Radjiloen saat di konfirmasi suaraindonesia-news.com melalui pesan whatsApp Rabu (19/04) mengatakan bahwa kami telah melakukan koordinasi dengan pihak terkait dalam hal ini pihak TNI AL Ternate, sebab dari informasi yang diterima dari masyarakat sekitar, Widi ini merupakan daerah yang rawan salah satunya pengeboman ikan dan kegiatan ilegal lainya untuk itu kami akan bersama sama melakukan pengawasan jelang kegiatan tersebut.

“Antisipasi itu empat bulan sebelum event kita harus dilakukan pengawasan dari kegiatan-kegiatan yang dapat merusak lokasi tersebut,” ungkap Buyung.

Disentil terkait dengan koordinasi dengan Dinas terkait lainya seperti Pariwisata, Buyung mengungkapkan, untuk tingkat koordinasi dengan Dinas terkait lainya sudah dilaksanakan dengan baik bahkan itu sudah di instruksikan langsung dari tingkat pusat melalui Menko Maritim.

Buyung Radjiloen juga menambahkan, untuk jumlah kapal yang disiapkan dalam even tersebut kurang lebih 50 unti, mengingat jumlah peserta yang terdaftar bukan hanya di dari dalam saja meikan sampai ke luar negeri.

“Pesertanya ada enam negara yang sudah terdaftar dan ini belum dihitung dengan jumlah peserta yang ada di Indonesia sendiri,” akunya.

Sementara itu, Komandan Pangkalan Angkatan Laut (AL) Ternate, Kolonel Laut (P) Rizaldi mengatakan, event Widi merupakan satu event pengenalan untuk kemajuan wisata mancing dan pariwisata di Malut.

“Ini perlu kita dorong sehingga kita perlu di tindaklanjuti dengan melakukan pesiapan-persiapan yang matang,” akunya.

Disentil terkait dengan kesiapan TNI AL dalam kunjungan Presiden RI Joko Widodo kata Rizaldi, pihaknya masih melaksanakan survey berulang kali dan perlu menyiapkan jalur-jalur pendekat dan pengamanan.

Rizaldi menambahkan, saat ini pihaknya belum dapat memastikan jumlah alutsista kapal perang yang akan disiapkan dalam melakukan pengawasan kunjungan RI 01 di Malut.

“Kehadiran kapal dalam even Widi, samapi sekarang masih dalam tahap koordinasi, sebab dalam waktu dekat ini masih akan dilakukan rapat-rapat baik di tingkat Provinsi maupun tingkat Pusat,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here