Jelang Pilkada 2017, Komisi III DPR-RI Meminta Kepolisian Provinsi Dan Dareah Komitmen Menjaga Keamanan

Anggota komisi III DPR-RI H Muslim Ayub SH MM, dan H. M. Nasir Jamil, S, Ag, M.Si didampingi kapolres Abdya AKBP Hairajadi, SH serta para kasat saat meninjau ruang tahanan di mapolres Abdya

Reporter :  Nazli, Md.

Blangpidie, 14/8/2016 (Suaraindonesia-news.com)  – Menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) pada bulan Febuari 2017 mendatang, Anggota Komisi III DPR RI, meminta komitmen kepolisian di Provinsi Aceh dan daerah untuk bisa menjaga situasi aman, dan kondusip.

Pernyataan tersebut disampaikan anggota DPR RI H. Muslim Ayub, SH, MM pada saat kunker di Blangpidie, Jumat lalu.

“Kita berkeinginan, Aceh ini terus aman tidak ada intimidasi, kekerasan dan penganiayaan serta pemaksaan dalam Pilkada nanti,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyampaikan maksud kedatangannya yaitu dalam rangka kunker dan melihat secara langsung kesiapan personil Polres Aceh Barat Daya terutama dalam menghadapi Pilkada serentak se-aceh pada bulan febuari  2017 mendatang.

“Kita berkeinginan, Pilkada di Provinsi Aceh ini berjalan dengan aman tanpa adanya intimidasi dan kekerasan serta tidak ada penganiayaan dan pemaksaan dalam memilih kandidat,” tutur politisi PAN itu.

Selain dalam rangka menghadapi Pilkada, lanjutnya, kedua anggota Komisi III DPR RI juga melihat titik-titik rawan yang harus segera diantisipasi, sehingga pelaksanaan pesta demokrasi se-aceh  dapat berlangsung dengan jujur dan adil.

“Kita  telah meminta komitmen Kapolres Aceh Barat Daya untuk bisa menjaga situasi ini, karena apapun ceritanya polisi punya otoritas walau pun personil hannya berjumlah 328, polres harus siap. untuk mengamankan jalannya pilkada, sehingga pesta demokrasi lima tahunan  itu dapat berjalan  maksimal,” terangnya.

Pantauan suara indonesia, usai acara pertemuan dengan penjabat dijajaran polres, Muslim Aiyub yang  didampingi AKBP Hairajadi menijau  kekurangan yang terkendala saat ini seperti   ruang –ruang kerja personil, flapon bangunan, sel tahanan dan lokasi rencana pembangunan asrama.

Tidak hanya itu, ia juga melihat langsung kekurangan dan kendala yang dihadapi polisi dan Kejari selama ini, dan mempertanyakan proses keberlanjutan perkara-perkara yang ditangani selama ini.

“Di Aceh Barat Daya banyak kasus korupsi yang diusut, baik oleh pihak polisi maupun jaksa, namun hasil yang kami lihat di dua instansi tersebut sangat memuaskan,“ katanya.

Anggota Komisi III DPR-RI tersebut tiba diabdya,  Kamis (11/8) malam, sekira pukul pukul 20.30 wib. dan disambut langsung oleh Bupati Aceh Barat Daya, Jufri Hasanuddin, bersama Kapolres AKBP Hairajadi, dan Kepala Kejaksaan Negeri abdya Abdul Kadir di pendopo Bupati setempat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here