Jelang Musim Penghujan, Ini yang Dilakukan Pengusaha Kerupuk di Jember

H. Jamilah, salah satu pengusaha kerupuk tahu dan kerupuk rambak di Kelurahan Mangli saat mulai memperbanyak stok jemuran krupuk.

JEMBER, Rabu (24/10/2018) suaraindonesia-news.com – Berdasarkan rilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tentang prakiraan musim penghujan 2018/2019 di 342 Zona Musim (ZOM) diprakirakan umumnya mulai bulan Oktober 2018 sebanyak 78 ZOM (22.8%), November 2018 sebanyak 147 ZOM (43.0%), dan Desember 2018 sebanyak 85 ZOM (24.9%).

Hj. Jamilah, salah satu pengusaha kerupuk tahu dan kerupuk rambak di Kelurahan Mangli saat ditemui di rumahnya mengaku jika dirinya saat ini mulai memperbanyak stok jemuran krupuk.

“Sepertinya sekarang sudah mau memasuki musim hujan dan biasanya sebelum musim hujan kita banyakin stok jemuran krupuk,” terangnya tadi siang.

Tidak seperti hari biasanya, untuk saat ini dirinya mengaku sudah menjemur krupuknya lebih dari 1 kwintal bahkan sampai 6 kwintal.

“Hari-hari biasanya saya jemur 1 kwintal saja, kadang 5 sampai 6 kwintal krupuk, biar nantinya tetap banyak pas musim hujan,” lanjutnya.

Usaha yang dirintisnya sejak tahun 1985 tersebut sampai saat ini sudah mempunyai 25 karyawan, baik sales maupun tenaga produksi.

Sementara itu untuk omset yang di dapatkan pun dirinya mengaku dalam seminggu saja sudah mencapai puluhan juta rupiah.

“Alhamdulillah dalam seminggu saja kita bisa menghabiskan 1 ton kerupuk ya sekitar 10 juta rupiah lah,” pungkasnya.

Sama halnya dengan pengusaha mie lidi di daerah Mangli, M. Zaenuri yang juga saat ini mengaku memperbanyak stok jemuran mie lidinya guna untuk menjaga stok saat musim penghujan.

“Harus lebih banyak sekarang, soalnya pas musim hujan akan lama proses jemurnya dan akan mempengaruhi pendapatan. ya salah satu cara memperbanyak jemuran itu,” pungkasnya.

Reporter: Eko Riswanto
Editor : Amin
Publisher : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here