Jejak Halim Perdanakusuma di Sumur Eksplorasi ENC-02

SUMENEP, Kamis (25/10/2018) suaraindonesia-news.com – Kegiatan pemboran Sumur Eksplorasi ENC-02 milik Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) PT. Energi Mineral Langgeng di Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Madura, ternyata menyimpan banyak cerita. Salah satunya, keterlibatan keluarga besar Pahlawan Nasional Abdul Halim Perdanakusuma.

“Rig RDN 101 yang digunakan untuk pemboran Sumur Eksplorasi ENC-02 ini memang dimiliki oleh keluarga besar Abdul Halim Perdanakusuma, pahlawan nasional yang diabadikan menjadi salah satu nama jalan di Kota Sumenep. Ayah mertua saya adalah kakak dari Om Halim, yang merupakan anak kedua dari R. Bahauddin Wongsotaruno,” ungkap Mohamad Nur Hidayat, Direktur Utama PT Roda Drilling Nusantara (RDN) kepada wartawan, Kamis (25/10/2018) sore.

Karena latar belakang keluarga itu, boleh dikata perusahaan dan rig ini adalah milik pribumi Sumenep. “Pribumi dalam arti warga negara Indonesia yang aslinya berasal dari Sumenep,” tutur lulusan S-1 Teknik Geologi ITB ini.

Ikatan batin keluarga besar tersebut dengan tanah kelahirannya masih terjaga melalui sebuah rumah yang dijadikan panti asuhan.

“Rumah kakek kami di Jalan Halim Perdanakusuma No. 86 Sumenep telah dihibahkan dan saat ini ditempati UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Anak Sumenep. Ada 54 anak yatim dan terlantar yang tinggal di sana,” kata dia.

Nur menuturkan, perusahaan yang dipimpinnya berdiri sejak 2008. Fokus kegiatannya pada pemboran panas bumi serta minyak dan gas bumi. Rig RDN telah mengerjakan pemboran di beberapa lapangan. Antara lain Lapangan Lahendong, Sulawesi Utara dan Kamojang, Jawa Barat.

“Saat ini, kami masih mengerjakan pemboran Sumur Eksplorasi ENC-02,” imbuhnya.

Secara teknik, rig berkapasitas 2.000 tenaga kuda (horse power) itu mampu mengebor hingga kedalaman 6.000 meter.

“Kami sangat bersyukur kepada Alloh SWT dan senang karena mempunyai kesempatan membangun kampung halaman kami bersama PT. EML,” kata peraih gelar master dari Kyoto University Jepang ini.

“Kami berharap, Pulau Madura, khususnya Kabupaten Sumenep, dapat lebih maju dan mandiri, khususnya dalam infrastruktur energi, baik listrik maupun bahan bakar minyak,” harapnya.

Sebelumnya, General Manager PT. EML Sopandi Tossin mengungkapkan, pemilik rig yang digunakan untuk kegiatan pemboran Sumur Eksplorasi ENC-02 adalah warga asli Sumenep. Hal itu diungkapkan Sopandi saat memberikan sambutan dalam upacara tajak sumur yang berlangsung pada Ahad, 9 September 2018 lalu.

Manajer Senior Operasi SKK Migas Jabanusa Indra Zulkarnain yang hadir dalam kesempatan tersebut mengaku sempat terkejut setelah mengetahui pemilik rig yang digunakan dalam pemboran Sumur Eksplorasi ENC-02 adalah warga asli Sumenep.

Menurut Indra, karena rignya milik orang Sumenep, tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sumur ini bisa dibilang 100 persen.

“Dari situ saja, investasinya kembali lagi ke warga yang berasal dari Kabupaten Sumenep,” ungkapnya. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here