Jatayu, Sang Burung Pahlawan Singgah di Jember, Ada Apa?

Para Talent Sendratasik Kolosal Jatayu Tiwikromo.

JEMBER, Sabtu (9 Desember 2017) suaraindonesia-news.com – Jember mendadak geger saat seekor burung raksasa bernama Jatayu singgah di Alun-alun Kota Jember, Jumat (8/12) tadi malam.

Jatayu yang merupakan burung pahlawan dalam wiracarita ramayana karena telah gugur saat berusaha melepaskan Dewi Sita (putri Prabu Janaka) yang hendak dibawa kabur oleh Rahwana ke Alengka.

Kedatangan Jatayu ke Jember bukan tanpa sebab, melalui sendratasik (seni, drama, tari, dan musik) kolosal yang diperankan oleh 250 talent dari Dewan Kesenian Jember (DKJ), Sang Jatayu berpesan tiwikromo kepada masyarakat Jember.

Baca Juga: Pemkab Jember Gelar Sosialisasi Permendagri Nomor 34 Tahun 2006 

Ketua Umum DKJ, Eko Suargono menjelaskan tiwikromo adalah suatu proses dalam meneladani nilai-nilai kebhinnekaan.

“Dari berbagai macam ikon seni budaya Jember seperti can-macanan kaddhuk, jaranan, tak-buttha’an, jatilan, gamelan, bersatu-padu mementaskan sendratasik ini,” terang Eko.

Berbagai seni budaya itu adalah wujud dari wajah-wajah publik masyarakat Jember, lanjut Eko, kami kolaborasikan semua, sehingga meskipun berbeda namun tetap satu tujuan, bhinneka tunggal ika.

“Publik harus bisa sinergisitas, sehingga kebersamaan akan terbangun, untuk mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik,” harapnya. (Gun/Jie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here