HIPMI Siapkan Pasar Bagi Batik Lumajang Bersama Pemkab

Salah satu pengerajin batik sedang membatik

LUMAJANG, Senin (8/10/2018) suaraindonesia-news.com – Tanggal 2 Oktober yang merupakan Hari Batik Nasional, momentum ini dimanfaatkan oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Lumajang untuk mengexplore pengusaha batik Lumajang agar bisa memasarkan produknya, didalam kota dan diluar kota.

Dari info yang didapatkan awak media, jika penetapan batik ini sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi atau Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity, tanggal 2 Oktober 2009 ditetapkan oleh UNESCO dan diperkuat dengan Keputusan Presiden Nomor 33 Tahun 2009.

Sejak saat itu, setiap tanggal 2 Oktober masyarakat mulai dari pegawai pemerintah, pegawai BUMN, hingga pelajar dianjurkan untuk memakai seragam batik.

Ketua Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI Kabupaten Lumajang, Achmad Dahlan Al Muchlish kepada media ini mengatakan jika pihaknya akan berkoordinasi dengan para pengusaha batik di Kabupaten Lumajang, agar peluang yang dimiliki HIPMI dapat dimanfaatkan oleh pengusaha batik Lumajangan ini.

“Kami akan siapkan tim market sekaligus jaringan HIPMI se Indonesia, nama batik Lumajang mendapatkan tempat didaerah mereka,” kata Alan, panggilan akrabnya.

Sebelumnya, Wakil Bupati (Wabup) Lumajang, Ir Hj Indah Amperawati M.Si. juga sempat menyampaikan untuk mengajak warga masyarakat Lumajang ikut bersuka cita mengenakan batik di Hari Batik Nasional.

Apalagi, kata dia, Lumajang memiliki banyak Batik, batik khas yang bisa menjadi kebanggaan.

“Kebanggaan akan Batik Khas Lumajang pasti akan memberikan dampak positif, terutama kepada para perajin batik Lumajang. Batik tidak mengenal sekat. Tua, muda, golongan atas, golongan menengah dan golongan bawah semua bisa menggunakannya,” kata Bunda Indah kepada sejumlah media waktu itu.

Pada peringatan Hari Batik Nasional kemarin, kata Bunda Indah merupakan momentum yang baik untuk menjaga warisan luhur khazanah kearifan batik lokal yang menjadi ciri khas tiap-tiap daerah.

“Saya kira peringatan HBN itu penting untuk terus mengingatkan kepada warga masyarakat, khususnya para generasi muda Lumajang, bahwa kita harus melestarikan batik yang kita miliki,” tuturnya.

Semoga rezeki para pembatik Kabupaten Lumajang senantiasa meningkat seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya pengakuan batik di mata internasional.

“Saya optimis batik Lumajang akan terus berkembang dan menyasar kepada generasi millenial. Apalagi kalau kita lihat dari segi motif, corak, warna dan desain batik-batik yang diproduksi saat ini kian kekinian,” pungkasnya.

Reporter : Achmad Fuad Afdlol
Editor : Amin
Publiser : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here