Helikopter Basarnas Jatuh Setelah Tabrak Tebing Gunung Batok, Dua Orang Tewas

Helikopter Basarnas saat melintas di sekitar kapal crest onyx di sekitar lokasi penemuan ekor pesawat AirAsia di perairan Kalimantan Tengah, Jumat (9/1/2015). Kompas/Heru Sri Kumoro (KUM) 09-01-2015(HERU SRI KUMORO)

TEMANGGUNG, Minggu (2 Juli 2017) suaraindonesia-news.com – Dua orang diketahui tewas dalam jatuhnya helikopter milik Basarnas di Desa Canggal Bulu, Kecamatan Candiroto, Perbukitan Gunung Butak, Temanggung, setelah menabrak tebing Gunung Batok. Minggu (2/7/2017).

Pernyataan tersebut disampaikan Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos RI Adhy Karyono dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu malam.

“Saya langsung instruksikan Taruna Siaga Bencana (Tagana) setempat ke lokasi jatuhnya heli. Mereka bersama-sama dengan TNI, Polri dan masyarakat melakukan pencarian dan melakukan evakuasi. Korban sementara 2 orang meninggal dunia, kondisi helikopter rusak parah,” ujarnya.

Adhy mengatakan, begitu mendengar kabar jatuhnya helikopter dari radio komunikasi masyarakat, dia langsung memerintahkan Tagana kota Temanggung melakukan pencarian dan melakukan evakuasi korban heli tersebut.

Namun, Adhy menurutnya, belum mendapatkan informasi detail jumlah penumpang dalam heli tersebut.

Dia menambahkan, masyarakat belum berani mendekat ke lokasi karena masih ada bahan bakar heli yang bisa membahayakan. Untuk itu, mereka harus menunggu kedatangan pihak berwajib.

“Masyarakat belum berani mendekat mengevakuasi korban, menunggu pihak yang berwenang,” ucapnya.

Adhi mengatakan, BPBD Temanggung dan relawan juga sudah menuju ke lokasi kecelakaan.

“Tim BPBD Temanggung dan relawan sudah merapat ke TKP,” ujarnya.

Sumber: Kompas.com

Editor: Amin

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here