Gubernur Jawa Tengah Keluarkan Ijin Baru, Masyarakat Kecewa

Reporter: Ipung

Semarang, Jumat (9/12/21016) suaraindonesia-news.com – ksi terus bergulir dihalaman kantor gubernur jawa tengah disemarang, beberapa lapisan para petani JMPPK, mahasiswa serta para aktivis yang melakukan aksi penolakan Pabrik semen dirembang oleh PT. Semen Indonesia berakhir kecewa.

Kendati, putusan PK MA tertanggal 5 Oktober 2016 dengan No. Register 99 PK/TUN/2016 dimenangkan warga atau mengabulkan permohonan warga Kendeng yang di Rembang atas pembatalan izin lingkungan PT. Semen Indonesia yang dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Tengah. Dengan amar putusan PK Mahkamah Agung tersebut :

1. Mengabulkan gugatan para penggugat untuk seluruhnya;

2. Menyatakan batal Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor: 660.1/17 Tahun 2012, tanggal 7 Juni 2012, tentang Izin Lingkungan kegiatan penambangan oleh PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. di Kabupaten Rembang Jateng,

3. Mewajibkan kepada tergugat untuk mencabut Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 660.1/17 Tahun 2012 tanggal 7 Juni 2012, tentang Izin Lingkungan oleh PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. di Kabupaten Rembang Jawa Tengah. permohona jawaban Gubernur Gandjar Pranowo yang tidak mau menemui rakyatnya saat datang dengan melalukan jalan kaki sepanjang 150 km.

Alhasil saat warga kendeng Utara mendesak Gubernur Jawa Tengah yang diwakilkan asistenya, ini jawabanya, Gubernur Menerbitkan SK Ijin Lingkungan baru untuk PT Semen Indonesia setelah sebelumnya dibatalkan melalui hasil PK MA. Itu artinya Gandjar Pranowo memberi karpet merah pada proses pendirian dan penambangan PT Semen Indonesia di Rembang.

Hasil audiensi 9 desember 2016 oleh petani kendeng Masyarakat diterima oleh Siswo Leksono, Asisten I Gubernur Jawa Tengah, Agus Sriyanto (kepala BLH Provinsi), Bambang MP, Bowo Suryono dan dua orang lagi pada pukul 10.15 wib.
Hasil audiensi:

1. Pihak gubernur sudah menerima dan membaca putusan 99 PK/TUN/2016
2. Izin lingkungan (660.30/17 tahun 2012 telah dicabut pada tanggal 9 november 2016

2. Gubernur mengeluarkan SK ijin lingkungan baru nomor 660.1/30 tentang Kegiatan penambangan bahan baku semen dan pembangunan serta pengoperasian pabrik semen PT Semen Persero tahun 2016 pada tanggal 9 November

3. Alasan pengeluaran ijin baru berdasarkan Pasal 50 ayat (2) huruf a dan b PP 27 tahun 2012,

– Adanya perubahan nama dahulu PT Semen Gresik menjadi PT Semen Indonesia

– Adanya permohonan perubahan data (luas wilayah tambang batu gamping dan batu lempung semakin mengecil)

Sehingga Dilakukan perubahan dengan mengeluarkan ijin baru serta merta tidak memerlukan kajian amdal atau kelayakan yang baru.

alasanya, penerbitan ijin disampaikan oleh Wahyudi Joko, kepala bidang pengendalian LH BLH Provinsi jawa tengah.

“SK ijin lingkungan baru sudah diterima masyarakat,” tambahnya.

Aktivis JMPPK rembang Joko Prianto menyampaikan kekecewaannya.

“Saya sangat kecewa dengan putusan Gubernur selaku wakil dari rakyat, seharusnya dilakukan peninjauan kembali PK MA tgl 5 Oktober 2016 dengan No. Register 99 PK/TUN/2016 dimenangkan warga, setelah warga mendesak gubernur ternyata gubernur mengeluarkan SK baru yang tertulis nomor 660.1/30 tentang Kegiatan penambangan bahan baku semen,” Ujar Joko

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here