GPP Madura : Ada Yang Tidak Suka Madura Jadi Provinsi

Reporter : Sur

Madura, Sabtu 8/10/2016 (suaraindonesia-news.com) – Isue pembentukan madura provinsi kini telah meredup, dan bahkan ada beberapa pihak yang mencoba mengemboskan semangat orang madura dalam pembentukan provinsi madura.

Salah satunya yang di terindikasi tidak suka dengan wacana pembentukan madura provinsi adalah para investor migas yang bermain di wilayah madura.

Dari hasil investigasi dan beberapa kajian GPP (Gerakan Pemuda Perubaha) Madura, salah satu yang  terindikasi tidak suka adalah para investor migas yang operasi di Masura.

Pertama adalah tentang administrasi yang harus berubah dari provinsi jawa timur menjadi provinsi madura.

“Kita kan tahu bersama ,bagaimana jelimetnya urusan administrasi di indonesia, apalagi semisal nanti harus merubah administrasi bagi investor migas yang ada di madura,” ujar Rasyid Ketua Bidang Kajian kebijakan Publik GPP Madura.

Kedua adalah adanya keinginan publik jika nanti madura jadi provinsi maka perusahaan-perubahan migas yang beroperasi di madura maka harus berkantor di madura.

“Kalau sekarang kan di surabaya sebagai sentral pemerintahan provinsi, maka nanti ya harus berkantor dimadura dong,” tambahnya.

Dan yang ketiga adalah masih minimnya infrastruktur di madura yang mendukung terhadap operasi eksploitasi dan eksplorasi migas. Dan ini menjadi keengganan para investor.

Keempat soal stigma budaya masyarakat madura yang keras, sehingga memberi efek tersendiri bagi para investor terhadap keberlangsungan perusahaannya.

“Kalau soal yang keempat ini ,kenapa masyarakat menolak migas ya karena memang sampai saat masih tidak ada perusahaan migas yang benar2 mampu memberi lapangan kerja bagi masyarakat sekitar operasi ,sehingga sangat masuk akal jika terjadi penolakan,” tegas rasyid kepada awak media.

Dari benerapa hal di atas ,ada kemungkinan besar dan terindikasi para investor migas tidak suka dengan keinginan masyarakat madura untuk jadi provinsi.

“Namun kita akan tetap memperjuangkan keinginan kami agar madura jadi provinsi,” pungkas Rasyid.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here