GNPK Desak Polda Jatim, Segera Tahan YY

Ketua GNPK JATIM Mariyadi

KOTA BATU, Kamis (19/10/2017) suaraindonesia-news.com – Belum dilakukan penahanan terhadap tersangka kasus operasi tangkap tangan (OTT) di Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Batu, Yayan atau NW. Membuat Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) mendesak Polda Jatim, untuk segera melakukan penahan.

Pasalnya, sejak penetapan tersangka sebulan yang lalu hingga kini belum juga dilakukan penahanan.

“Ini preseden buruk terhadap kasus korupsi yang tidak ditangani secara serius. Masak sudah ditetapkan tersangka belum juga ditahan,” kata Mariyadi, Ketua GNPK Jawa Timur, saat ditemui, Rabu (18/10/2017) malam.

Ia jelaskan, tidak segera ditahannya kasus korupsi ini sempat menjadi pertanyaan masyarakat. Artinya ada keistimewaan luar biasa terhadap tersangka korupsi. Sementara kasus kecil seperti pencuri ayam saja langsung dilakukan penahanan.

Menurut dia, dalam kasus ini secara kasat mata menunjukkan ketidakadilan. Bahkan kasus korupsi ini yang membutuhkan data dan informasi yang detail, ketika tidak ada penahanan potensi menghilangkan data atau barang bukti cukup besar. Termasuk kemungkinan melarikan diri juga sangat besar.

“Saya sendiri tidak habis pikir soal penanganan kasus ini. Yang jelas, pihak GNPK akan terus melakukan pemantauan dan akan memberikan laporan atau aduan kepada Irwasum,” tukas pegiat anti korupsi ini dengan tegas.

Sekedar diketahui, pada 24 Agustus 2017 lalu, tim Saber Pungli Polres Batu dan Kemenkumham berhasil melakukan OTT tiga ASN Pemkot Batu dengan barang bukti Rp 25 juta. Pada saat itu kasus ini tidak tuntas di Polres Batu tetapi dilimpahkan ke Polda Jatim.

Tidak berselang lama, Polda Jatim menetapkan NW sebagai tersangka. Namun tidak ada penahanan terhadap tersangka. Beberapa orang dari pihak Pemkot Batu dan rekanan sudah dimintai keterangan.

Beberapa informasi yang dihimpun kasus yang melibatkan NW alias Yayan ini terkait proyek Pemkot Batu senilai Rp 25 miliar, tepatnya proyek GOR Gajahmada dan Taman Kota Balaikota Among Tani Batu. Bahkan, meski ada data penerima fee alias gratifikasi proyek ini cukup banyak termasuk Walikota Batu, Kepala Dinas Cipta Karya, anggota dewan dan pengurus KONI, tetapi baru satu orang yang ditetapkan sebagai tersangka.(Adi Wiyono/Jie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here