Giliran, Tiga Pejabat Pemkot Malang Diperiksa KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi saat memeriksa tiga pejabat di lingkungan Pemkot Malang di ruang Rupatama Mapolres Batu.

KOTA BATU, Kamis (8/2/2018) suaraindonesia-news.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (8/2/2018) memeriksa tiga pejabat di lingkungan Pemkot Malang di ruang Rupatama Mapolres Batu.

Pemeriksaan tiga pejabat itu atas kasus dugaan suap pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2015 dengan tersangka mantan ketua DPRD kota Malang Arif Wicaksono.

Sebelumnya KPK telah memeriksa 43 anggota DPRD kota Malang pada Senin (5/2/2018) hingga Rabu (7/2/2018). Kali ini penyidik KPK selain memeriksa tiga Pejabat Pemkot Malang juga memeriksa Sembilan orang pihak swasta.

Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Phiharsa Nugraha saat dikonfirmasi membenarkan jika KPK telah memeriksa tiga Pejabat Pemkot Malang dan Sembilan orang saksi dari pihak swasta atas kasus suap terkait pembahasan APBD P Pemkot Malang Tahun anggaran 2015 dengan tersangka mantan ketua DPRD kota Malang Arif Wicaksono.

“Hari ini di Mapolres Batu, pemeriksaan terakhir oleh tim Penyidik KPK untuk tersangka MAW (red: M Arief Wicaksono) dalam kasus suap terkait pembahasan APBD P Pemkot Malang Tahun anggaran 2015, Sebelumnya KPK telah memeriksa 43 orang anggota DPRD kota Malang,” kata Phiharsa Nugraha, Kamis
(8/2/2018).

Baca Juga: Tiga Hari, 43 Anggota DPRD Kota Malang Diperiksa KPK 

Menurutnya, tiga orang saksi yang diperiksa itu adalah pertama, Cipto Wiyono Sekretarsi daerah (Sekda) kota Malang, kedua, Tedy Sujadi Soemarna Kepala Bidang Perumahan dan Tata ruang Dinas Pekerjaan Umum Kota Malang Tahun 2015,
Dan yang ketiga adalah Noer Rahman Wijaya kepala Bidang Stabilitas Harga dan Perlindungan Konsumen Dinas perdagangan Kota Malang, kata dia, Noer Rahman Wijaya waktu itu tahun 2015 Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum kota Malang.

“Tiga orang saksi yang kini diperiksa di Mapolres Batu oleh penyidik KPK itu dari 12 orang yang dijadwalkan. Karena beberapa saksi sudah dimajukan pemeriksaanya kemarin,” jelasnya.

Lanjut dia, materi pemeriksaan, penyidik terus mendalami pengetahuan saksi terkait uang suap yang sumbernya diduga berasal dari rekanan Pemkot Malang dalam kasus suap pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2015 dengan tersangka mantan ketua DPRD kota Malang Arif Wicaksono.

KPK Juga menetapkan mantan kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan pengawasan Bangunan Pemkot Malang Jarot Edi Sulistiyo serta komisaris PT Enfys Nusantara karya Hendrawan Marusyaman sebagai tersangka.

Tersangka arif diduga kuat menerima suap dari Jarot uang ratusan juta rupiah terkait pengesahan proyek multy years jembatan kendung kandang 2015-2016.

Reporter : Adi Wiyono
Editor : Agira
Publisher : Tolak Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here