Genjot Penuntasan Sisa Perekaman KTP eL, Dispenduk Capil Gelar Pertemuan Bersama UPT Se Kabupaten Sumenep

Kanan Imam Subakti (Kabid Pelayanan), tengah R.Moh.Bhaihaki (Sekretaris Disdukcapil), Kiri Miftahol Arifin (Kabid)

Reporter: Liq

Sumenep, 23/8/2016 (Suaraindonesia-news.com) – Dalam rangka percepatan penuntasan sisa perekaman KTP-eL bagi yang belum merekam dan percepatan print record 2016 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur Dispenduk capil menggelar rapatbersama UPT se Kabupaten Sumene, di Aula pertemuan Disdukcapil Setempat. Selasa (23/8).

Acara tersebut dihadiri Sekretaris Dukcapil R. Moh. Bhaihaki, Kabid Pelayanan Imam Subakti, Miftahol Arifin dan semua Kepala UPT Disdukcapil Sumenep.

Imam Subakti Kabid Pelayanan dalam sambutannya mengatakan, 30 september 2016, merupakan batas perekaman kartu tanda penduduk elektronik (KTP -eL). Menurutnya, yang dimaksud batas itu adalah penduduk yang sampai batas waktu belum melakukan perekaman maka yang bersangkutan tidak bisa dilakukan pelayanan di layanan publik seperti BPJS, Bank, pembuatan imigrasi dan sebagainya. Tetapi menurutnya, untuk perekaman KTP-eL sendiri tetap jalan.

“Jadi masyarakat yang belum merekam dan tidak dilayani dipublik tersebut bisa dilayani kembali, bisa di aktifkan statusnya dengan cara melakukan perekaman ditempat UPT disdukcapil kecamatan setempat,” jelasnya.

Dijelaskan Imam, hingga saat ini yang sudah masuk disdukcapil sebanyak 748.000 dari wajib KTP-eL 859.000, artinya yang sudah merekam 87 persen.

“Jadi 100 ribu lebih diantaranya masih belum melakukan perekaman dan sedang kita sisir apakah orang itu benar ada atau ada diluar kota, hanya cacatan ada di disdukcapil sejumlah itu,” jelasnya.

Ditempat terpisah, Kepala Disducapil Drs. Ach. Zaini, MM. menegaskan bahwa pihaknya sudah melakukan  program jemput bola.

“Alhamdulillah sudah optimal, sudah dilakukan penjemputan kepada masyarakat Sumenep  tetapi masih ada masyarakat yang belum melakukan perekaman dikarenakam sebagian masyarakat yang tidak melakukan perekaman orangnya ada diluar kota dan diluar negeri,” terangnya.

Zaini menambahkan, tentang perekaman selamanya tetap ada tidak dibatasi waktu, karena menurutnya ini merupakan wajib KTP-eL  baru.

“Kalau perekaman ditutup maka mereka tidak memperoleh haknya dibidang kependudukan (KTP-eL, red), nanti mereka  tetap memperoleh haknya dan tetap bisa melakukan perekaman dan diterbitkan KTP-eLnya kalau sudah rekamana,” jelasnya.

Hanya saja lanjut Zaini, kalau satu oktober belum melakukan perekaman maka yang bersangkutan tidak bisa dilayani di Bank, Imigrasi, BPJS dan lain-lain.

“Jadi mereka dikunci pelayanannya dan untuk bisa dibuka kembali yang bersangkutan harus melakukan perekaman ke UPT disdukcapil setempat. Semua pengurusan perekaman gratis tidak dipungut biaya,” tukasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here