Antisipasi Terjadinya Banjir Di 2 Desa, Anggota DPRD Sumenep Gembok Pintu Saluran Air

Indra Wahyudi, Saat melakukan penutupan saluran air di Desa Gedungan, Kecamatan Batuan, Sumenep

Suara Indonesia-News.Com, Sumenep – Punawi (50), warga Desa Gedungan, Kecamatan Batuan, Sumenep, memprotes penutupan saluran air yang dilakukan salah satu anggota DPRD Sumenep, Senin (6/1/2015). Penutupan saluran air tersebut, berpeluang akan mendatangkan banjir baru bagi warga Desa Kolor, Kecamatan Kota, Sumenep, yang rumahnya berada di hulu saluran itu.

“Kalau memang mau mengantisipasi terjadi banjir di 2 Desa, harusnya saluran irigasi menuju jalur persawahan Gedungan segera di bangun karena kami sudah usulkan sejak 2 tahun yang lalu, tapi sampai saat ini belum juga ada tanggapan, ” kata  Punawi (50), warga Desa Gedungan, Kecamatan Batuan, Sumenep, saat mendatangi penutupan pintu saluran air, di depan rumahnya, Senin (6/1/2015).

Dikatakan, air kiriman dari Desa Bangselok, menuju Desa Kolor, dan berakhir di Gedungan itu, debit airnya sangat besar. Sehingga bila terjadi hujan deras, air didaerah tersebut meluap ke rumah-rumah warga, apalagi bila salah satu pintu saluran airnya ditutup, air akan mengenangi rumah warga di Desa Kolor.

Sementara, Indra Wahyudi, anggota banggar DPRD Sumenep, mengaku bagai makan buah simalakama dengan penutupan saluran air di Desa Gedungan itu. Sebab bila pintu saluran air  di Desa Gedungan tidak ditutup, maka warga Gedungan sendiri yang akan tergenang banjir. Sebaliknya bila pintu saluran air tersebut ditutup, makan warga Desa Kolor yang akan tergenang banjir, bila turun hujan deras.

“Jelas ini sangat membingungkan bagi saya, jika ini tidak ditutup, maka warga dikampung saya yang akan tergenang banjir, tapi bila ini ditutup, maka warga Desa Kolor yang akan tergenang,” tandas Indra Wahyudi, anggota banggar DPRD Sumenep, usai menngembok pintu saluran air di Jalan lingkar Barat Desa Gedungan, Kecamatan Batuan, Sumenep.

Meski sempat diprotes warga, pihaknya tetap melakukan penggebokan pintu saluran air yang ada di Desa Gedungan. Pihaknya juga menyerahkan kunci gembok pada warga sekitar, agar sewaktu-waktu terjadi hujan deras, pintu air bisa dibuka atau di tutup, sehingga genangan banjir tidak perlu menggenangi rumah-rumah warga.

Pihaknya berjanji dalam waktu dekat akan memanggil Dinas pengairan, untuk membicarakan masalah tersebut. Sebab bila terus dibiarkan, akan berakibat tidak baik pada masyarakat di dua Desa tersebut.

“Masalah ini harus secepatnya di selesaikan, karena bila tidak akan berdampak buruk pada masyarakat di dua desa, makanya akan kami panggil PU Dinas pengairan,” pungkasnya. (Udien/Zai).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here