Gawat, 58,8 Persen Pelajar Kelas X SMA di Jatim Ternyata Pengguna Narkoba

Brigjend Pol Bambang Budi Santoso Kepala BNNP Jatim

KOTA BATU, Jumat (13/7/2018) suaraindonesia-news.com – Gawat, peredaran narkoba dikalangan pelajar di Jawa Timur (Jatim) sangat memprihatinkan, lebih dari separuhnya pelajar SMA terindikasi narkoba. Hasil penelitian yang dilakukan Badan Narkotika Nasional Propinsi (BNN) Jatim, sejak awal Januari 2018 hingga pertengahan tahun 2018, dari 51 pelajar kelas X SMA/SMK di jatim, diantaranya 31 anak positif pengguna Narkoba atau 58,8 persennya pengguna narkoba.

AKBP Tony Sugianto Kepala Bidang Rehabilitasi BNNP Jatim mengatakan penggunaan narkoba dikalangan pelajar di Jatim saat ini sungguh memprihatinkan. Oleh karenanya guru, orang tua dan semua elemen masyarakat untuk bersama-sama melakukan pencegahan terhadap peredaran narkoba, bila tidak dilakukan Negara Indonesia akan tenggelam karena narkoba.

Menurutnya, Jadi pelajar yang terindikasi terlibat narkoba di jatim sudah cukup tinggi, hasil penelitian BNNP Jatim, dengan contoh 51 anak kelas X SMA/SMK, 30 anak diantaranya pernah menggunakan Narkoba.

“Ini jadi tantangan kita bersama, Sekolah dan seluruh elemen harus bergerak bersama-sama, kalau tidak, Negara kita akan tenggelam dengan narkotika. Sekolah yang melakukan pencegahan secara preventif, dengan melakukan tes urine oleh sekolah itu patut diacungi jempol,” kata dia ditemui dikantor BNN kota Batu, Jumat (13/7/2018).

Brigjend Pol Drs Bambang Budi Santoso Kepala BNNP Jatim menambahkan Bahwa generasi muda terutama pelajar sekarang ini menjadi sasaran empuk bagi para pengedar narkoba, di Jatim adasekitar 58 jaringan, 23 nya sudah ditangani.

Sebagai implementasi kesungguhan mewujudkan Indonesia bebas narkoba, ia menghimbau agar seluruh komponen masyarakat yang berada di Jatim untuk bersam-sama menyatukan visi dan misi yaitu memerangi peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika.

“Saya harapkan di tahun 2018 ini Jawa Timur, sindikikat peredaran narkoba takut masuk ke Jatim, kalau ada pastinya memang ada , tetapi dengan berbagai langkah yang dilakukan oleh BNNP jatim itu mereka akan takut,” kata Bambang.

Dengan bergandeng tangan dengan semua organisasi masyarakat, BUMD, BUMN, TNI, Polri dan masyarakat, angka peredaran naroba di Jatim hingga saat ini terus menurun.

“Harapan saya kepada teman-teman wartawan, tokoh agama, pemangku kebijakan untuk pro aktif mensosilisasikan dalam pencegahan narkotika dan jangan merasa takut, kita bekerja bersama-sama, memerangi peredaran narkotika, di Jatim sekarang yangsangat mengkhawatir adalah sabu-sabu,” Jelas Bambang.

Reporter : Adi wiyono
Editor : Amin
Publisher : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here