Gali Potensi Pemuda Untuk Memajukan Jember, Berikut Langkah AIESEC Universitas Jember

Ketiga pembicara dalam forum diskusi yang diaelenggarakan oleh AIESEC Universitas Jember. (Foto: Guntur Rahmatullah)

JEMBER, Minggu (13/5/2018) suaraindonesia-news.com – Berikan aku sepuluh pemuda, niscaya kuguncang dunia, ungkapan ini sudah tidak asing lagi dimana kalimat tersebut diucapkan oleh Presiden Indonesia Pertama, Sang Proklamator Ir. Soekarno.

Pemuda merupakan aset berharga negeri ini, berbagai ide mereka turut serta berperan dalam pembangunan Indonesia.

Melihat potensi teknologi masa kini, sejumlah mahasiswa dari berbagai disiplin Ilmu Pengetahuan, berkumpul dan berdiskusi dalam Youth Speak Forum 2.0 guna bertukar ide serta pemikiran mereka untuk memajukan perekonomian rakyat dengan pemanfaatan teknologi.

Bertempat di Aula Fisip Universitas Jember, Sabtu (12/5), forum diskusi ini menghadirkan 3 pembicara di antaranya Head of Internship AIESEC Indonesia, Ryan Daniel Pakpahan, Head of PR Youth Of Indonesia, Anggis Dinda Pratiwi dan Gus Jember 2015, Axcel Giovanni.

Baca Juga: Aksi Bom Bunuh Diri di Gereja Katolik Santa Maria

Dalam diskusi ini, para mahasiswa ini dipicu untuk kritis menghadapi tantangan masa mendatang yang kemudian ide besar mereka akan diperjuangkan melalui berbagai wadah kepemudaan seperti AIESEC dan Youth Of Indonesia.

“Pemuda saat ini sudah aware (sadar) terhadap isu-isu yang harus dihadapi di masa depan, namun untuk menumpahkan ide, mereka membutuhkan tempat atau wadah, nah di sinilah Youth of Indonesia menjadi wadahnya,” kata Head of PR Youth of Indonesia, Anggis.

Anggis menambahkan bahwa komunitas kepemudaan yang dicetus oleh seorang artis muda, Chelsea Islan ini memiliki 3 fokus utama di antaranya nasionalisme, edukasi serta pemberdayaan.

“Youth Of Indonesia usianya masih sangat muda, masih 2 tahun, penyebaran pergerakan kami masih terbatas di ibukota, dan belum membuka pendaftaran anggota di daerah-daerah,” terang Anggis menjawab berbagai pertanyaan untuk bergabung dengan komunitas ini.

Diskusi ini untuk menghasilkan program pembangunan yang berkelanjutan (Sustainable Development Goals atau dikenal dengan istilah SDGs) dalam bidang ekonomi digital yang terbagi menjadi 3 fokus pembahasan di antaranya bidang Pariwisata, Pertanian dan Perdagangan.

“Kota Jember memiliki banyak potensi misal pariwisata yang mendunia melalui ajang Jember Fashion Carnival, sehingga banyak hotel, mall, kawasan wisata sebagai dampak dominonya, itulah yang kami kelola,” kata Ketua AIESEC Universitas Jember, Maulfa Ahandini.

Gus Jember 2015, Axcel Giovanni sebagai promotor pariwisata Jember, memperkuat pernyataan tersebut dimana JFC telah menduduki karnaval terbesar keempat dunia.

“Bahkan JFC saat ini dinobatkan sebagai karnaval terbesar keempat seluruh dunia,” kata Gio, sapaan akrabnya.

Apalagi saat ini, mimpi Jember untuk menjadi kota sub-embarkasi haji telah diamini oleh Presiden Indonesia, Jokowi sehingga kota tembakau ini pembangunannya semakin meningkat.

Sementara itu, Head of Internship AIESEC Indonesia, Ryan Daniel Pakpahan menyampaikan bahwa AIESEC pada tahun ini fokus pada pemerataan ke daerah timur Indonesia.

“Kami tahun ini fokus pada pemerataan untuk daerah yang belum ada AIESEC seperti daerah timur Indonesia, di samping juga menjalankan program yang telah menjadi agenda kami seperti internship (magang) serta volunteer (relawan) untuk berbagai isu ke berbagai negara,” kata Ryan.

Untuk diketahui, AIESEC Indonesia mengirimkan sebanyak 100 candidates yang dipilih dari 26 Universitas yang telah menjadi cabang AIESEC untuk magang ke luar negeri dengan berbagai isu dimana diharapkan setelah magang maka mereka bisa mengaplikasikan ilmunya untuk memajukan masyarakat Indonesia.

Reporter : Guntur Rahmatullah
Editor : Amin
Publisher : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here