Gadaikan Motor, Konsumen FIF Masuk Bui

Terdakwa Saat Menjalani Sidang

MOJOKERTO, Rabu (24/5/2017) suaraindonesia-news.com – Sengaja gadaikan motor, Eni marini (40) tahun warga Desa Sawahan, kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, berakhir di jeruji besi.

Peristiwa ini sendiri bermula ketika Eni marini sebagai pemohon kredit, Dalam aksinya Eni Marini telah mengajukan unit Honda Beat pada tahun 2013 dengan menunjukkan KTP dan KK untuk dijadikan peryaratan mengajukan kredit motor. Dan pengajuan kreditnya selama 35 bulan dan baru dibayar 7 bulan.

Akan tetapi pada tahun 2014 Eni Marini mengajukan kredit kepada FIFGroup Mojokerto Honda Vario 125 pengajuan kreditnya juga selama 35 bulan dan baru dibayar 4 bulan dengan menunjukkan KTP yang berbeda keterangan tempat tanggal lahirnya.

Meskipun Honda Beat tersebut eni sudah mengalami wanprestasi, akan tetapi FIFGroup Mojokerto masih meloloskannya, dikarenakan dengan identitas KTP yang berbeda dengan pengajuan awalnya.

Saat itu kredit pun disetujui oleh FIFGroup Mojokerto setelah proses dan persyaratan administratifnya dinyatakan lengkap, Meskipun Honda Beat tersebut eni telah wanprestasi. Hal ini dikarenakan dengan identitas KTP yang berbeda antara pengajuan kredit Honda Beat dengan Honda Vario 125.

“Pada saat kami melakukan penagihan, kedua unit motor tersebut sudah tidak ada,’’ kata
Fariszal Hidayat selaku Karyawan FIF Group Mojokerto. Rabu (24/5/2017).

Bahkan menurut Fariz, Terdakwah terkesan tidak koperatif serta menyepelekan karyawan yang ada dilapangan.

Melalui kuasa hukumnya FIF Group Mojokerto, Wellem Mintarja kemudian melaporkan kasus ini ke Mapolres Mojokerto.

“Karena memang tidak ada itikad baik dari saudari Eni Marini, dan unit sepeda motor tersebut sudah dialihkan kepada saksi Thoyib sebesar 5.000.000,- (lima juta rupiah) yang mengakibatkan sepeda motor tersebut tidak diketahui keberadaannya lagi,” ujar. Rabu (24/5/2017).

Wellem Mintarja menambahkan, Awalnya kasus ini dianggap kasus perdata, tapi setelah beberapa kali gelar perkara pada saat proses lidik dan sidik barulah muncul unsur tindak pidanya.

Menurut Wellem, Perbuatan terdakwa adalah tindak kejahatan yang merugikan FIFGroup Mojokerto. Hal ini lanjut dia sesuai dengan ketentuan UU Jaminan Fidusia no 42 tahun 1999 pasal 36.

“Dimana pemberi fidusia yang mengalihkan, menggadaikan, atau menyewakan benda yang menjadi objek jaminan fidusia sebagaimana dimaksud dalam pasal 23 ayat 2 yang dilakukan tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari penerima fidusia, dipidana dengan penjara paling lama 2 tahun dan denda paling banyak 50.000.000,- ( Lima puluh juta rupiah),’’ imbuh Wellem.

Hasilnya beberapa waktu lalu majelis hakim yang dipimpin Taufan Mandala dengan Jaksa Penuntut Umum Yusar memvonis Eni Marini dengan hukuman kurungan 7 bulan dan kewajiban membayar denda sebesar Rp 5.000.000.,- (lima juta rupiah), berdasarkan Putusan Nomor: 161/PID.B/2017/PN. Mjk, tertanggal Senin 22 Mei 2017.

Kepala FIF Group Mojokerto Mangasi Silalahi, menjelaskan kasus ini menjadi ranah pidana dikarenakan tindakan terdakwa yang tidak koperatif dan dengan sengaja mengalihkan barang jaminan.

Pria kelahiran Medan Sumatera Utara ini menuturkan pihaknya telah cukup sabar atas tindakan konsumen nakal tersebut. Karena itu dia juga menghimbau kepada konsumen tidak terjadi kasus seperti ini lagi.

“Karena dalam perjanjian obyek jaminan fidusia yang telah disepakati antara debitur dengan kreditur/konsumen telah tertuang hak dan kewajiban yang harus dipenuhi,” terangnya.

Meski demikian, menurutnya pihak FIF Group sendiri berkomitmen selalu memberikan kemudahan dan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Selain itu pihaknya juga akan selalu memberikan edukasi bagi Konsumen-konsumen yang nakal.

“Tapi kalau semua kewajiban telah dipenuhi tentu hal ini tidak akan terjadi dan kami akan memberikan pelayanan maksimal untuk kepuasan konsumen,’’ ungkapnya.(Za/Wel)

3 KOMENTAR

  1. ini yang terekspose kebetulan dari kecurangan pihak konsumen. Diluar sana msh banyak oknum pihak FIF yg bermain kotor dgn dalih pembiayaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here