Fakultas Pertanian Dan Fakultas Hukum UIM Gelar Workshop Penulisan Berita

PAMEKASAN, Sabtu (12/05/2018) suaraindonesia-news.com – Sebagai bentuk antisipasi terhadap dinamika media sosial yang kian diminati masyarakat Indonesia dan pentingnya memahami dunia jurnalistik, Fakultas Pertanian bekerja sama dengan Fakultas Hukum Universitas Islam Madura (UIM) menggelar Workshop Penulisan Berita. Sabtu (12/05/2018) di Aula UIM.

Panitia mendatangkan narasumber Lia Kristiana, MP Kapprodi Dosen UIM dan Sujak Lukman ketua Paguyuban Insan Jurnalis Pamekasan.

Acara di hadiri juga oleh dewan FP Kustiawati Ningsih. MP, beberapa dosen, mahasiswa peserta workshop serta tamu dan para undangan.

Workshop bertajuk “Menulis itu Bambu Runcing” yang berkaitan dengan penulisan berita jurnalistik dan penulisan karya ilmiah seputar pertanian itu di ikuti banyak mahsiswa mahasiswa dari berbagai jurusan.

Menurut Sujak Lukman, Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menulis karya ilmiah dan memahami pentingnya hasil karya tulis yang bisa memberikan dampak positif memperbaiki perekonomian peserta. Karena dengan hasil karya tulis yang baik akan mendapatkan mutu dan kwalitas haril karya yang menguntungkan bagi pembuatnya.

“Workshop ini diharapkan dapat mengoptimalkan kemampuan penulisan mahasiswa.Sehingga bisa dimanfaatkan untuk keperluan seperti jurnalisme mahasiswa,” ungkap Sujak di sela acara.

Ia menambahkan, pesatnya perkembangan dunia jurnalistik, mengharuskan mahasiswa untuk mendekati dunia jurnalistik melalui kemampuan menulis berita yang baik.

“Karena itu pengenalan terhadap proses pembuatan naskah berita maupun karya tulis ilmiah sangat penting dikedepankan,” ujarnya.

Naskah penulisan harus dikelola dengan teknik yang tepat, dari mulai mendapatkan bahan, menuliskan hingga menyebarluaskannya.

“Oleh karena itu, prasyarat menulis berita berupa, aktual, faktual, penting, dan menarik harus dipenuhi,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa pun diajarkan cara menulis berita secara mudah melalui teknik “key messages” atau pesan inti yang ingin dituliskan dalam berita, sesuai hasil liputan atau interview yang dilakukan yang mengedepankan rumusan sederhana 5 W 1 H.

Acara di kemas menarik untuk tanya jawab peserta kepada pemateri dan memberikan peluang bagi mahasiswa untuk interaksi mempelajari penulisan yang baik.

Maraknya informasi yang terserap di media sosial hingga menumpuknya berita yang membawa perhatian publik, menuntut mahasiswa untuk berperan aktif dalam menyajikan karya tulis saat melaksanakan ujian skripsi, membuat berita yang aktual dan faktual, bukan berita palsu yang disebarluaskan.

“Secara prinsip, apapun yang terjadi di sekitar kita dapat dijadikan berita. Namun untuk menuliskannya dibutuhkan kompetensi menulis berita, di samping itu harus berdasarkan fakta dan bersifat aktual,” kata Sujak.

Dalam kesempatan yang sama Lia Kristiana Dosen Jurnalistik UIM, mengatakan, Mahasiswa harus punya skill menulis karya tulis. Hal itu penting agar mampu membuat hasil penulisan dengan baik.

“Kampus harusnya mampu menjadi inkubator informasi yang sehat dan mencerdaskan,” tambah Lia Kristiana.

Ibrahim salah satu mahasiswa peserta workshop, mengatakan, materi workshop penulisan yang diberikan sangat aplikatif. Mudah diterapkan asal kita mampu memahami dengan baik proses penulisan berita untuk jurnalistik.

“Inilah momentum saya sebagai mahasiswa untuk merealisasikan kemampuan menulis, khususnya karya ilmiah maupun opini berita,” Tukas Ibrahim.

Reporter : May
Editor : Amin
Publisher : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here