Dua Komisioner KPU Sampang Jadi Pengurus Ormas

Kantor KPU Sampang

SAMPANG, Senin (13/11/2017) suaraindonesia-news.com – Menjadi anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) diikat oleh aturan yang ketat. Salah satunya Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017, Tentang Pemilihan Umum (Pemilu) Pasal 21 huruf K, syarat untuk menjadi calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), KPU Provinsi atau KPU Kabupaten dan Kota, bersedia mengundurkan diri dari kepengurusan organisasi kemasyarakatan yang berbadan hukum dan tidak berbadan hukum apabila terpilih menjadi anggota KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota yang dibuktikan dengan surat pernyataan dan diserahkan ke KPU paling lambat 30 hari terhitung sejak tanggal 29 Desember 2017.

Sementara ini, diketahui dari total empat komisioner KPU Kabupaten Sampang, ada dua komisioner yang masih aktif menjadi pengurus organisasi masyarakat (Ormas). Mereka adalah Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Miftahur Rozaq dan Divisi Teknis Penyelenggara Addy Imansyah. Sampai saat ini keduanya sama-sama masih terlibat di kepengurusan Ormas PCNU dan di IKA PMII Sampang.

Sekretaris PCNU Sampang, Mahrus Zamroni membenarkan, kalau dua anggota KPU itu masih menjadi pengurus PCNU Sampang. Kalau Miftahur Rozaq sebagai wakil sekretaris sedangkan Addy Imansyah sebagai Ketua Lembaga Bantuan Penyuluhan Hukum (LPBH) PCNU Sampang. Namun, keduanya sudah mengajukan surat pengunduran dirinya sebagai pengurus PCNU sejak pekan lalu, tetapi pihaknya masih menunggu surat rekomendasi dari PBNU untuk melakukan penggantian antar waktu (PAW).

“Karena itu sudah menjadi acuan dari penyelenggara pemilu, maka konsekuensinya mereka harus mengundurkan diri dari kepengurusan Ormas,” ucapnya, Senin (13/11/2017).

Anggota Majelis Pertimbangan IKA PMII Sampang, Akhmad Ripto mengatakan, sampai saat ini belum ada pengajuan surat pengunduran diri dari dua orang tersebut, tetapi pihaknya yakin keduanya pasti mengundurkan diri.

“Kalau sudah keluar SE itu mereka pasti mundur, mereka kan tahu aturan,” tegasnya.

Menurut Ripto, keduanya masih ada waktu untuk mengajukan surat pengunduran diri sebagai pengurus harian IKA PMII, karena surat pernyataan pengunduran diri itu diserahkan ke KPU mulai 29 Desember 2017 mendatang. “Masih ada waktu, sehingga bisa diurus,” tandasnya.

Terpisah, Miftahur Rozaq saat dihubungi melalui jaringan telepon pihaknya mengaku telah mengundurkan diri dari kepengurusan Ormas yang dimaksud. Bahkan, telah mendapat restu dari para kiai dan masyayikh.

“Yang pasti saya mengundurkan diri, dan sudah mendapat restu dari para senior kami,” tandasnya. (nor/luk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here