DPO Kasus Raskin Kepulauan, Sebut Oknum Polisi Berpangkat AKP Terlibat

Kiri Kasat Reskrim Polres Sumenep, AKP Moh. Nur Amin, dan Kanan H. M. Izzat bin H. Mufti (Tersangka)

Reporter: Jar

SUMENEP, Selasa (28/2/2017) suaraindonesia-news.com – Tersangka dugaan penggelapan bantuan untuk orang miskin (raskin) untuk wilayah kepulauan Kangean, yakni H. M. Izzat bin H. Mufti (34), warga Dusun Naga, Desa Ketawang Karay, Kecamatan Ganding, Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang menyerahkan diri secara baik-baik pada hari Selasa (28/2/2017) ke Kejari setempat, mengaku ada oknum polisi berpangkat AKP yang terlibat.

Sontak saja, pengakuan yang terlontar dari bibir pria yang sempat menjadi buronan polisi ini mengejutkan dan membuat merinding semua orang yang mendengarnya, termasuk tim penyidik kejari dan aparat kepolisian.

“Moh. Nur Amin, Kasat Reskrim Polres Sumenep juga terlibat kasus raskin 2016. Salah satunya di Desa Pakondang, Kecamatan Rubaru,” tuding Izzat, saat digelandang ke Rutan oleh Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Sumenep.

Mendapat tudingan seorang tersangka, Kasat Reskrim Polres Sumenep, AKP Moh. Nur Amin membantah pernyataan tersebut. Bahkan pihaknya menengarai, pernyataan atau tudingan tersangka dugaan penggelapan raskin tersebut, merupakan hal yang wajar lantaran kasusnya sudah dinyatakan P21.

“Kalau keterlibatan, memang saya terlibat, tapi keterlibatan saya dalam proses penyidikannya. Kalau keterlibatan kasusnya saya tidak,” elaknya.

Untuk diketahui, keterlibatan tersangka dalam kasus ini, terjadi pada tanggal 8 Juli 2015. Raskin sebanyak 41,13 ton yang diambil dari Gudang Bulog Kalianget, yang merupakan jatah masyarakat Kecamatan Kangayan, Pulau Kangean, tidak dikirim ke pulau.

Namun, raskin yang diangkut dari Pelabuhan Gersik Putih, Desa Kalianget Timur, Kecamatan Kalianget, Sumenep menggunakan KLM Cinta Mekkah, dan dinahkodai Saharuddin (38), warga Desa Saobi, Kecamatan Kangayan, justru dibelokkan ke Perairan Desa Nambakor, Saronggi. Namun disana, jatah raskin untuk masyarakat kepulauan tersebut,  digerebek oleh petugas.

Bahkan dalam kasus dugaan penggelapan raskin itu,  penyidik Polres Sumenep juga menetapkan tersangka Suryadi, Direktur CV Utama Mandiri, selaku penyedia jasa angkutan penyeberangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here