DLH Terkesan Bungkam Saat Dikonfirmasi Polusi PSI

Pabrik kayu PT PSI saat didatangi sejumlah media

LUMAJANG, Rabu (15 Nopember 2017) suaraindonesia-news.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lumajang serasa bungkam saat dimintai keterangan terkait dengan polusi yang disebabkan oleh pabrik PT Prima Sejahtera Internasional (PSI) yang berada di Desa Kunir Kidul, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang, Propinsi Jawa Timur.

Seusai kegiatan Adipura Selasa (14/11) kemarin, Kepala DLH Kabupaten Lumajang, Ir Nurul Huda masih terlihat sibuk saat mau dikonfirmasi seusai acara kemarin.

Karena terkesan menghindar, akhirnya para awak media meninggalkan kantor DLH dengan hampa informasi. Dari akun WA nya hanya membaca apa yang ditanyakan awak media, tanpa membalasnya.

Sejumlah media sebenarnya ingin menanyakan terkait dengan permohonan HO yang diajukan oleh PT PSI itu. Sebab dari data yang diperoleh awak media, warga merasa tidak pernah menandatangani sebuah perjanjian ataupun pernyataan untuk pengajuan HO pabrik PT PSI.

Salah satu masyarakat Desa Kunir Kidul, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang, Propinsi Jawa Timur, sebelumnya telah mengatakan kalau tidak ada warga yang menandatangani permohonan HO.

“Warga itu salah satunya adalah saudara saya sendiri yang berdekatan dengan tembok pabrik. Suara mesinnya keras sekali menimbulkan kegaduhan,” kata warga yang enggan disebut namanya kepada media.

Warga juga menilai udara yang ditimbulkan dari pabrik kayu PT PSI sangatlah mengganggu. Warna hitam pekat dapat menimbulkan penyakit sesak nafas.

“Sudah pernah ada warga yang terjangkit penyakit sesak nafas, dan sempat dilarikan ke klinik bidan Desa Kunir Kidul. Namun hal itu semua seperti ditutup tutupi,” ujarnya lagi.

Belum lagi terkait dengan dana CSR ulang diberikan kepada warga juga kurang transparan. Kalau bisa kedepan lebih transparan lagi.

Warga hanya meminta kepada perusahaan PT PSI untuk segera merespon keluhan dari masyarakat. Warga mendesak adanya langkah konkrit dari perusahaan karena dampak kesehatan bagi masyarakat cukup besar.

“Kesehatan sangat berharga bagi kami. Maka, harus segera ada respon agar tidak menimbulkan penyakit bagi kami ke depannya,” bebernya.

Pada pemberitaan sebelumnya, Menejemen PT PSI yang diwakili Manager Personalia dan Humas PT PSI, Rindang saat di temui sejumlah media menjelaskan, kalau limbah itu merupakan salah satu dampak dari produksi suatu perusahaan, namun dampak tersebut sudah diperbaiki agar tidak mengganggu warga, baik dari sisi kesehatan ataupun sisi lainnya.

“Kami meminta kesadaran dari masyarakat. Karena memang adanya dampak positif dan negatifnya yang ditimbulkan oleh perusahaan akibat produksi,” katanya saat ditemui sejumlah media di tempat kerjanya waktu itu.

Menurut dia, perusahaan setiap enam bulan sekali selalu melakukan uji emisi dan uji leboratorium. Menurutnya, perusahaan tetap mengupayakan agar limbah yang ditimbulkan sampai batas ambang minimal.

“Kami ada pengujian dari limbah secara berkala dari dinas terkait. Kami berupaya agar tidak berdampak kepada warga sekitar. Dan intinya saat ini perusahaan sudah tidak ada permasalahan lagi dengan warga sekitar pabrik,” paparnya.

Sampai dengan pihak awak media meninggalkan pabrik PT PSI masih tidak bisa dipertemukan dengan pimpinan utama dari perusahaan tersebut. Dan Rindang berjanji akan mempertemukan awak media dengan pihak menejemen. (Afu/Jie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here