Distan Banten: Pembibitan Ternak Tidak Boleh Bergantung dengan Daerah Lain

Foto: Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten Agus M. Tauhid

LEBAK, Jumat (25 Agustus 2017) suaraindonesia-news.com – Agar kebutuhan bibit ternak di Banten tidak bergantung pada daerah lain, Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pertanian dan Peternakan terus berupaya untuk memenuhi pembibitan sapi dan kerbau.

Hal tersebut dilakukan guna pemenuhan  kebutuhan bibit ternak di daerah. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten Agus M. Tauhid mengatakan, pembibitan sapi potong yang biayanya di anggarakan dari dan APBN telah dilaksanakan melalui kegiatan pembibitan sapi potong.

“Kami memberikan bantuan kepada kelompok peternak penghasil bibit unggul di beberapa Kabupaten/Kota di Banten,” kata Agus M Tauhid, kepada awak media.

Ia menjelaskan, banyak permasalahan terkait program pembibitan ternak ruminansia di wilayah Banten, diantaranya terbatasnya kelompok ternak sapi dan kerbau yang menggunakan prinsip pembibitan, minimnya pakan hijau bagi hewan ternak, terbatasnya tenaga ahli, dan tingginya angka pemotongan hewan ruminansia tersebut.

“Peternak cenderung masih menggunakan kebiasaan lama yakni pemeliharaan sapi dan kerbau dengan cara dilepas,” ujarnya. Baca Juga: Tingkatkan Kemitraan Antar Lembaga, Pemprov Banten Bentuk Bakohumas

Untuk itu, Agus menegaskan, Distanak Provinsi Banten melalui satuan kerja telah melakukan langkah konkrit sebagai wujud dukungan terhadap pengembangan bibit atau pembibitan ternak ruminansia.

Langkah-langkah yang dilakukan Distanak menurut Agus, itu diantaranya mencakup optimalisasi inseminasi buatan, pengadaan pejantan pemacek kerbau untuk intensifikasi kawin alam, penguatan kelembagaan pembibitan ternak, pelayanan kesehatan bagi hewan ruminansia, hingga peningkatan sumber daya manusia (SDM) melalui pembinaan dan pelatihan. (Abdul kohar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here