Dinas PRKP dan CK Sumenep Percepat Pengerjaan Normalisasi 4 Drainase

Kantor Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman (PRKP) dan Cipta Karya (CK) Sumenep.

SUMENEP, Selasa (29/05/2018) suaraindonesia-news.com – Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman (PRKP) dan Cipta Karya (CK) Sumenep, Madura, Jawa Timur terus melakukan normalisasi terhadap 4 drainase.

Hal tersebut dilakukan untuk mencegah dan mengatasi terjadinya banjir atau genangan air di sejumlah jalan protokol maupun di pemukiman warga, setiap kali hujan deras turun.

Kali ini, anggaran sebesar Rp 650 juta digelontorkan terhadap pengerjaan Drainase di Jalan Raya Gapura ke Kali Patrian yang pengerjaannya sudah mencapai kisaran 60 persen. Sedangkan pembangunan Saluran Drainase di Jalan Kartini, Jalan Jati Mas ke kali Patrian pengerjaannya sudah mencapai 65 persen dengan anggaran Rp 4 miliar.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya, Drs. Bambang Irianto, M.Si mengatakan jika normalisasi drainase di fokuskan di beberapa titik yang memang kerap kali terjadi luapan air sewaktu turun hujan.

“Normalisasi juga dilakukan pada saluran di wilayah Koramil Kota menuju kali Patrian dengan anggaran Rp 800 juta, dan pembangunan kolam Detensi di Desa Kolor yang dianggarkan sebesar Rp 925 juta. Sementara saat ini pekerjaannya sudah kisaran 65 persen,” katanya, Selasa (29/5).

Dijelaskannya, jika dengan dilakukannya normalisasi terhadap empat (4) drainase tersebut, maka genangan air atau yang biasanya masyarakat menyebut banjir akan berkurang. Sebab, selama ini terjadinya genangan air di wilayah perkotaan, akibat tingginya debit air.

Sedangkan drainase yang ada masih belum mampu untuk menampung debit air tersebut, dan kurangnya serapan yang mampu menyerap air saat curah hujan tinggi.

Lanjut mantan Kepala Disbudparpora Sumenep ini, semua saluran air menuju ke Kali Marengan, sehingga selalu terjadi genangan air atau banjir di sejumlah Jalan Protokol di Kabupaten Sumenep, sehingga untuk mengatasi hal tersebut, maka pembuangan airnya harus dibagi yakni ke Kali Patrian dan Kali Marengan.

“Semuanya mengarah ke Kali Marengan, sehingga tidak mampu menampung debit air yang cukup besar tersebut. Jadi kami harus memecah saluran air tersebut, yakni ke Kali Marengan dan Kali Patrian, selain itu juga membuat kolam Detensi untuk menampung air,” tukasnya.

Guna menangani terjadinya banjir di wilayah perkotaan, Dinas PU PRKP dan Cipta Karya bekerjasama dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA). Sehingga, penanganan banjir setiap hujan deras turun bisa diatasi dan tidak lagi dikeluhkan warga.

“Saya selalu berkoordinasi dengan Dinas SDA dalam penanganan banjir di wilayah perkotaan. Sebab penanganan banjir ini harus ada sinergiritas antar OPD, jadi di Dinas menangani masalah Drainase, sedangkan di SDA masalah penyerapan airnya,” pungkasnya.

Reporter : Syaiful
Editor : Amin
Publisher : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here