Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Utara Gelar Pasar Murah

Baim Disperindag bersama perwakilan dari Perum Bulog dan Koperasi Sri Kandi Juang.

KARO, Kamis (7/12/2017) suaraindonesia-news.com – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Utara melaksanakan pasar murah dalam rangka menyambut natal dan tahun baru 2018 di Kabupaten Karo Kamis(17/12/2017). Tepatnya di Jalan Samura Kecamatan Kabanjahe Kabupaten Karo.

Baim perwakilan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan provinsi Sumut yang ditemui Suara Indonesia saat berlangsungnya pasar murah sekitar pukul 01.00 WIB mengatakan, Pasar murah ini kita lakukan dalam rangka menyambut natal dan tahun baru. Tujuan dilakukannya pasar murah ini untuk menstabilkan harga sembako jika terjadi lonjakan di pasaran. Karena biasanya pedagang akan menaikkan harga sembako saat menjelang tahun baru seperti ini.

“Harga sembakonya langsung harga dari pabrik, karena kami di sini untuk membantu masyarakat jika terjadi lonjakan harga di Kabupaten Karo, Perindag selain sebagai penyelengara, kami memfasilitasi tenda dan keperluan lainnya, kami juga menjual produk produk UKM (Usaha Kecil dan Menengah) seperti ceker ayam dan kerupuk tempe,” katanya.

Lebih lanjut disampaikan Disperindag, dalam menyelenggarakan pasar murah ini kami bekerjasama dengan Perum Bulog Kabanjahe dan Koperasi Sri Kandi Juang.

“Rencana ada 9 titik lokasi pasar murah yang kami lakukan dan yang sudah terealisasi ada 8 yaitu Medan, Deli Serdang, Binjai , Langkat, Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, Tanah Karo, Pakpak Barat dan untuk terakhir akan kami selenggarakan besok di Dairi. Dan kegiatan ini juga selalu kami koordinasikan dengan PT Bulog,” ujar Baim.

Baca Juga: Ini Kata Bupati Nias Saat Jadi Pemateri di Raker dan Sosialisasi Penyusunan dan Penataan Dapil Oleh KPU Nias 

Sedangkan Faisal Disperindag menyampaikan, penyelenggaraan pasar murah ini sesuai dengan peraturan menteri perdagangan (Permendag) Nomor 57 Tahun 2017 tentang penetapan harga eceran tertinggi beras dan Permendag nomor 27 tahun 2017 tentang penetapan harga acuan pembelian di petani dan harga acuan penjualan di konsumen.

“Termaksud gula, minyak goreng, cabe, bawang merah, dan daging,” tutup Faisal.

Yustina Tampubolon dari Perum Bulog menjelaskan, ia selalu mendukung kegiatan Perindag dari awal, mudah-mudahan dengan pasar murah ini harga di pasaran bisa stabil. “Harga sembako yang kita tawarkan sudah pasti lebih rendah dari pasaran. Kami dari Perum Bulog menyediakan beras, gula, bawang putih dan minyak makan,” jelasnya.

Roslina Prabati Keliat dari Koperasi Sri Kandi Juang menyampaikan, Koperasi Sri Kandi Juang disini sebagai mitra dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Kami juga bekerja sebagai penggerak perekonomian dan melestarikan makanan khas (tradisional) contohnya saja

“Dipasar murah ini kami juga menjual Cimpa makanan khas suku Karo,” ujar Roslina tersenyum.

Seorang warga yang baru selesai berbelanja di pasar murah tersebut Mustika Br Tarigan(46) merasa sangat terbantu dengan diadakannya kegiatan tersebut. “Sangat terbantu lah aku, harga gula disini lebih murah, gula biasanya ku beli dipajak 13.000 disini cuma11.500. Beras yang 10 Kilo ini pun biasanya ku beli 125.000 disini cuma 90.000. Kalau bisa, tiap hari lah dibuat pasar murah ini disini, setidaknya sampai lewat tahun baru. Soalnya udah mulai mahal semua bahan bahan di pajak,” tutup Tarigan.(Ius/Jie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here