Diduga Tak lengkapi Draenase di Proyek wisata, Oro-oro Ombo Banjir Lumpur

Oro-oro Ombo Banjir Lumpur

KOTA BATU, Senin (13 Nopember 2017) suaraindonesi-news.com – Banjir lumpur yang terjadi di dusun Gondorejo Desa Oro-oro Ombo Kecamatan Batu, Minggu (12/11/2017) malam mengakibatkan beberapa fasilitas jalan dan pemukiman penduduk mengalami kerusakan hingga warga harus berjibaku membersihkan lumpur.

Jalan yang menghubungkan desa Beji dan desa Oro-oro Ombo yang terkena dampak banjir lumpur itu , warga hingga tengah malam melakukan kerja bakti membersihkan lumpur. Selain dalam penaggulangan bencana, diterjunkan 6 personil, dua unit mobil PMK dari Pemkot Batu dikerahkan untuk melakukan pembersihan lumpur.

Santoso Wardoyo Kepala PMK kota Batu mengatakan terjadinya banjir lumpur itu akibat hujan deras yang mengguyur kawasan kota Batu, sementara drainase atau gorong-gorong yang ada disisi kanan kiri jalan itu tak mampu menampung luapan air.

“Dikarenakan hujan yang sangat lebat dan tidak adanya grong-gorong yang menampung air hujan hngga terjadilah banjir lumpur, namun dekian tidak sampai menimbulkan korban Jiwa,” kata Santoso Wardoyo, Senin (13/11/2017)

Sementara itu salah satu warga dusun Pohkopek atau dusun Gondorejo desa Oro-oro Ombo mengatakan terjadinya banjir lumpur itu karena dampak dari proyek pembangunan wisata di desa oro-oro ombo yang belum jadi, sementara proyek tersebut tanpa dilengkapi draenase yang memadahi.

“Tanpa adanya draenasi dan saluran air yang memadahi pada proyek pembangunan itu hingga menyebabkan di desa kami terjadi banjir lumpur,” kata dia,

Kata dia, akibat banjir lumpur sempat menutup jalan, kendaraan roda dua dan empat tidak bisa lewat selama empat jam karena derasnya air lumpur.

“ini akibat kelelaian pihak proyek, untuk itu kami bersama warga rencananya akan melakukan protes kepada pemkot Batu dan pihak proyek,” Jelasnya. (Adi Wiyono)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here