Diduga Selewengkan Dana Hibah, Polisi Didesak Tangkap Ketua Yayasan Masjid Agung Kota Palopo

Muhammad, Koordinator Tangkap

JAKARTA, Selasa (6/2/2018) suaraindonesia-news.com – Mabes Polri diminta turun tangan untuk melakukan pengawasan kinerja Polda Sulselbar dan Polres Kota Palopo terkait penanganan kasus dugaan penyelewengan dana hibah Yayasan Masjid Agung Kota Palopo, Sulawesi Selatan.

Permintaan kepada Mabes Polri tersebut disampaikan puluhan orang yang mengatasnamakan diri Total Keadilan (TANGKAP). Menurut mereka, penyelewengan dana hibah di Yayasan tersebut mencapai Rp5 miliar.

Koordinator TANGKAP, Muhammad, mengatakan kasus penyelewengan dana hibah tersebut diduga melibatkan Ketua Yayasan bernama Syaripuddin Daud.

“Saya Muhammad sudah mempertanyakan kelanjutan kasus ini di Polda Sulselbar tetapi belum juga ada progres yang nampak. Kami hanya dijanji dan dijanji. Kita ingin penegakan hukum yang adil, tidak boleh lemah dalam memberantas kasus korupsi, apa lagi dana ummat,” kata dia.

Baca Juga: Eksekusi Lahan Terdampak Proyek Tol Paspro, Libatkan Ratusan Personil Polri dan TNI

Menurut Muhammad, warga Kota Palopo sudah resah atas penyelewengan dana hibah di Yayasan Masjid Agung Palopo tersebut. Dia meminta agar Ketua Yayasan Syaripuddin Daud harus segera ditahan. Hal ini untuk menegakan hukum dan keadilan. Apalagi, pihak kepolisian di Polda Sulselbar pernah mengatakan bahwa kasus penyelewengan dana hibah ini sudah menjerat tiga nama tersangka.

“Sudah jelas keteranga AKBP Yuliar pernah mengakui ke beberapa media bahwa sudah ada tiga nama yang tersangka termasuk Ketua Yayasan. Hanya saja sampai hari ini tidak ada tindak lanjut. Ketua yayasan dalam hal ini Syaripuddin Daud harus ditahan. Adapun dugaan keterlibatan Ahmad Syarifuddin Daud sebagai Wakil Walikota harus diperiksa juga, tidak boleh didiamkan,” katanya.

Muhammad menambahkan bahwa pihaknya tidak hanya mendatangi Mabes Polri. Lembaga penegak hukum lain, seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga sudah dia datangi untuk menyampaikan laporan.

“Setelah kami dari Mabes Polri kami juga mendatangi KPK meminta untuk turun tangan jika Polda Sulselbar bermain main,” ujarnya.

Muhammad bercerita, ada dua spanduk yang dipasang di pintu masuk dan keluar Mabes Polri. Ada tiga poin yang tertulis pada spanduk berwarna putih tersebut. Ketiga tulisan itu adalah:

Pertama, tuntaskan kasus dana hibah yang diduga disalahgunakan oleh ketua Yayasan Masjid Agung Kota Palopo.

Kedua, meminta Mabes Polri turun tangan mengawasi kinerja Polda Sulselbar dan Polres Kota Palopo untuk menuntaskan dugaan korupsi dana hibah Masjid Agung Kota Palopo.

Ketiga, Tangkap Ketua Yayasan Masjid Agung (Syarifuddin Daud) Kota Palopo yang kami duga gagal mengelola anggaran dana hibah Masjid Agung Palopo.

“Kami juga memasang spanduk di depan gedung KPK. Hanya satu spanduk di sana,” tukas Muhammad.

Reporter : Rauf
Editor : Amin
Publisher : Tolak Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here