Diduga 3-4 Kali Hubungan Intim Perminggu, Bos Salah Satu PT Ternama di Balikpapan Ogah Tanggung Jawab

Foto: Erni Indriani

BALIKPAPAN,  Minggu (8/10/2017) suaraindonesia-news.com – Habis manis sepah dibuang. Inilah kondisi yang dialami oleh Erni Indriani (38), warga Perumahan Ciputra (Citra Bukit Indah) Blok RA2 Nomor 12 Balikpapan, Provinsi, Kalimantan Timur.

Lantaran sudah terlanjur cinta, apa saja rela diberikan, karena itu, Erni rela ketika pacarnya IKS (Inisial, red), mengajak berbuat apa saja yang di inginkan termasuk mengajaknya berhubungan intim.

Menurut pengakuan Erni, hubungan pacaran dirinya mulai terjalin sejak 2015 silam dan sudah tidak terhitung berapa kali mereka berhubungan layaknya suami istri.

“Saya sampai lupa mas sudah berapa kali kami berhubungan layaknya suami istri, karena saat itu saya sangat percaya dia akan serius, namun malah kebalik,” kata Erni menceritakan ke media ini. Selasa (3/10).

Erni menceritakan awal dirinya kenal dengan IKS, pada bulan Januari 2015 ia ditelpon oleh seorang temannya bernama Dyah salah satu karyawan perusahaan di Balikpapan dengan maksud untuk memperkenalkan dirinya dengan seorang duda temannya IKS.

“Karena posisi saya waktu itu di Samarinda, saya katakan tunggu aku ke Balikpapan,” ujarnya menceritakan.

Baca Juga: Khofifah: Perempuan Harus Jadi Juru Damai

Lanjut Erni, namun pada malam harinya IKS meminta berteman dengannya melalui BBM (Black Berrry Massengger) dan memintanya untuk segera balik ke Balikpapan supaya segera bertemu.

“Besoknya saya berangkat dari Samarinda dan tiba di Balikpapan pada siang hari dan akhirnya kami ketemu malam harinya di salah satu tempat dan kami ngobrol dan dia menceritakan semua tentang dia, mulai dari statusnya sebagai duda sampai kekayaannya,” beber Erni.

Setelah itu lanjutnya, untuk menyakinkan dirinya, IKS mengajak bertemu dengan rekan bisnisnya yang tidak lain adalah owner dari salah satu perusahaan ternama yang sama sama mereka kelolah.

“Sejak perkenalan itu, IKS setiap hari menjemput saya di rumah untuk keluar makan dan jalan-jalan,” tuturnya.

Seminggu kemudian IKS membelikan dirinya sebuah sepeda motor Honda Vario secara Tunai di Dealler Honda di Karangjati Balikpapan. Dan setelah itu IKS mengajak dirinya ke salah satu Hotel dengan alasan untuk menemui tamunya di salah satu kamar hotel tersebut.

“Namun setibanya di kamar hotel, ternyata tamunya tidak ada dan malahan membujuk dan merayu saya untuk melakukan hubungan suami istri dengan janji akan menikahi saya dan bertanggungg jawab terhadap hidup saya dan anak anak saya,” tutur Erni.

Setelah mendengar dan melihat keseriusan IKS dan dengan melihat status Erni seorang janda  dan dengan status IKS seorang duda akhirnya Erni bersedia untuk berhubungan suami istri dengan IKS.

“Beberapa hari setelah kejadian itu, IKS meminta saya untuk mendirikan sebuah perusahaan dengan biaya notaris dan biaya operasional perusahaan nantinya akan di Cover oleh perusahaan IKS, akhirnya dengan mengandeng seorang rekan kami mendirikan sebuah perusahaan dengan PT. Jaya Mega Powerindo nama tersebut berdasarkan arahan dari IKS dengan jumlah karyawan 7 (tujuh) orang dengan seluruh operasional perusahaan yang meliputi : gaji karyawan, BPJS karyawan, Jamsostek, ATK, perjalanan Dinas keluar kota dengan total biaya kurang lebih Rp.50.000.000,- (Lima Puluh juta rupiah) per bulan,” tutur Erni dengan rinci.

Menurut Erni, sejak hubungannya terjalin, IKS sering mengajaknya ke hotel bahkan seminggu 3 – 4 kali untuk melakukan hubungan suami istri walaupun kadang-kadang ia melakukannya dengan terpaksa karena harus meninggalkan pekerjaannya.

“Pada suatu saat saya marah kepada dia kerena ternyata dalam melakukan hubungan suami istri, IKS sering merekam adegan kami dan memperlihatkan adegan ranjang itu ke teman-temannya,” tutur Erni.

Singkat cerita kata Erni, dengan berjalannya waktu dan pada suatu ketika ia menanyakan mengenai janji IKS untuk menikahinya tapi IKS malah menjawab “Tidak ada pernikahan sampai kapanpun”.

“Mendengar jawabannya demikian, saya sangat kecewa dan sakit hati dan akhirnya saya menjauh dari dia. Dan setelah seminggu tidak ada komunikasi dengan dia dan tidak hadir di kantor maka akhirnya dia mulai menghubungi saya lagi melalui telpon namun tetap saya tidak meladeni,” ujar Erni.

Sehingga lanjut Erni, IKS mulai mengancam dirinya jika suatu saat menemui Erni bersama laki-laki lain.

“IKS mengancam saya via WA bahwa dia akan membunuh saya kalau dia melihat saya bersama laki-laki lain dan selalu mengatakan via telpon “akan membuat hidup saya sengsara jika saya tidak bersama dia,” terang Erni.

Sehingga saat ini Erni merasa tertipu oleh IKS, dan parahnya lagi kata Erni dirinya malah dilaporkan oleh IKS di Polresta Balikpapan dengan Laporan Polisi Nomor : LP/909/VIII/2017/P.Kaltim/Res.Balikpapan tanggal 31 Agustus 2017 dengan Pelapor IKS (diganti inisial, red) dengan dugaan Tindak Pidana Penipuan dan atau Penggelapan sebagaimana dimaksud dalam pasal 378 KUHP dan atau pasal 372 KUHP.

Sementara IKS saat hendak dikonfirmasi media ini enggan memberikan tanggapan, karena menurutnya semuanya sudah diserahkan ke jalur hukum.

“Masalah sudah di tangani pihak berwajib dan saya sudah serahkan semua ke jalur hukum, salam,” kata IKS singkat melalui pesan WhasApp nya. (Zai)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here