Dianggap Tak Mampu Tangani Kasus SMKN 2 Lasalimu Selatan, FPKPKB Sebut Kejari Buton ‘Mandul’

Reporter : La Ode Ali

Buton, Rabu (28/12/2016) – suaraindonesia-news.com –  Dianggap tidak mampu menuntaskan Kasus Korupsi Dana Bansos (Bansos) Pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMKN 2 Lasalimu Selatan (Lasel), Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra), yang diduga melibatkan La Ode Rafiun yang saat ini telah menjabat  sebagai Ketua DPRD Buton,Forum Pemerhati Kesejahteraan dan Pembangunan Kepulauan Buton (FPKPB) menyebut Kejaksaan Negeri (Kejari) Buton “Mandul”.

Hal itu dikatakan saat menggelar aksi unjukrasa di Depan Kantor Kejari Buton, Rabu (28/12/2016).

“Kejari Buton ‘Mandul’ karena tidak mampu dan tidak giat menangani kasus serta tak mampu menancapkan kukunya pada kasus Bansos yang disinyalir melibatkan Rafiun,” teriak salah seorang orator, Edrus.

Edrus mengungkapkan, aksi damai yang dilakukan tersebut, merupakan wujud ketidak percayaan terhadap penegakan hukum yang dilakukan Kejari Buton.Karena menurut dia, ada diskriminasi hukum yang dilakukan Kejari pada kasus tersebut.

“Jadi kalau Kajari Buton tidak mampu usut tuntas kasus Bansos ini, Kajari lebih baik mundur dari jabatannya daripada menciderai hukum didaerah ini,”katanya lantang menyarankan.

Hal senada juga dikatakan, orator lainnya, La Ode Jani, bahwa, dirinya menduga ada konspirasi yang dilakukan Kejari, sebab, menurut dia, dalam kasus korupsi tersebut melibatkan banyak pihak, dimana saat ini Mantan Kepala Sekolah (Kasek) SMKN 2 Lasel telah divonis lima tahun penjara, dan Bendara Bansos, Sarifa juga sekarang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari.Namun, yang menjadi pertanyaan, kenapa La Ode Rafiun yang diduga terlibat korupsi sampai saat ini belum juga ditetapkan sebagai tersangka?

“Kejaksaan, Kejaksaan, Kejaksaan “Mandul” dalam mengungkap supermasi hukum, mana keadilan hari ini,dan kami mensinyalir Kajari bermain dengan penegakan hukum,” duganya.

Dikatakan Jani, aksi yang kedua kalinya tersebut, tidak hanya berhenti sampai di Kejari Buton saja. Namun, aksi damai menuntut keadilan tersebut juga akan dilakukan di Kejaksaan Tinggi (Kejati) di Kendari, Sulawesi Tenggara. Bahkan, hingga ke Kejaksaan Agung.

“Aksi kami ini tidak akan  berhenti sampai disini, bila perlu kami akan lakukan aksi di Kejati, bahkan sampai ke Kejagung, karena bagi kami demi menegakan keadilan dinegeri ini, matipun kami rela,” katanya dengan nada lantang.

Amatan media ini, massa aksi saat menggelar unras di Kejari Buton sambil membakar ban dan membawa spanduk yang salah satunya bertuliskan “Kejaksaan Pasarwajo Mandul” “Copot Kajari Buton”.

Sebelum beraksi di Kejari Buton sekitar Pukul 11.45 Wita, Massa aksi tersebut terlebih dahulu ke Pasar Kaloko dan Sabho dengan pengawalan ketat aparat Polres Buton. Setelah menggelar aksi kurang lebih satu jam di Kejari Buton, massa membubarkan diri dengan tertib.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here