Dianggap Berbau Porno, Warga Ternate Kecam Penampilan Duo Serigala

Penampilan Duo Serigala saat konser di Kota Ternate, Senin (1/5/2017)

Reporter: Lina

TERNATE MALUT, Selasa (2/5/2017) suaraindonesia-news.com – Konser musik yang menampilkan artis ibu kota Duo Serigala yang diundang oleh pihak Telkomsel dianggap berbau porno dan dikecam seluruh warga kota Ternate.

Acara yang berlangsung Senin (1/5) kemarin di lapangan ngaralamo dalam acara yang diselenggarakan oleh pihak Telkomsel dianggap sanggat berbau dengan dunia porno, sebab baju dan goyakan artis tersebut tidak layak di pertontonkan itu dikarenakan banyak anak-anak yang melihat.

Seperti yang dikemukakan salah satu warga Irvan menjelaskan bahwa Ternate sebagai kota agamis dan kota yang menjunjung adat sepatutnya setiap acara apapun harus memperhatikan norma dan nilai yang dihormati masyarakat Ternate dan Maluku Utara pada umumnya.

Penampilan Duo Serigala di Kota Ternate, Senin (1/5/2017)
Penampilan Duo Serigala di Kota Ternate, Senin (1/5/2017)

Selain itu juga ketua BKPRMI Maluku Utara Hasby Yusuf, Senin malam (1/5) saat memberikan keterangan pada sejumlah media mengatakan dirinya sangat menyangkan hal itu terjadi di kota Ternate.

“Kami cukup prihatin dan sangat marah karena konser mesum tepat berada di jantung negeri para sultan yang sangat menjunjung nilai nilai agama dan adat. Inilah kami sebut dengan “konser biadab di kota yang beradab,” kecamnya lantang.

Ia menilai hal demikian itu adalah sebuah acara yang tidak beradab, sekaligus acara yang melecehkan umat islam Ternate dan Maluku Utara secara umum.

“Saya merasa perlakuan yang tidak sama ketika kami aksi bela islam, rasanya kami dijaga ketat dan dibatasi. Bahkan ketika kami ingin datangkan Imam Besar Umat Islam Indonesia Habib Rizieq, ada saja ormas islam dan kepolisian menolak kehadiran Habib Rizieq. Tapi giliran konser mesum di izinkan secara terbuka dan ditonton oleh anak-anak disegala umur,” tuturnya.

Hasby yang juga sekretaris Majelis Wilayah, Korps Alumni HMI (MW-KAHMI) Maluku Utara ini mengatakan, BKPRMI mengutuk dan meminta Telkomsel meminta maaf secara terbuka pada seluruh umat Islam Maluku Utara. Selain itu, ia juga meminta kepada pihak kepolisian agar selektif memberi izin pada konser mesum dan porno.

Dari pengalaman ini, dia berharap pemerintah daerah, baik kabupaten/kota agar tetap melindungi nilai agama dan adat yang dijunjung masayarakat dengan tidak memberikan tempat untuk kegiatan yang tidak beradab dan melecehkan kehormatan umat islam.

Terkait kecaman konser tersebut, kepala Telkomsel saat dihubungi via WhatsApp dan telepon seluler dengan nomor 0813522XXX untuk dimintai tanggapan, namun selalu berada diluar jangkauan hingga berita ini ditulis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here