Dewan Desak Pemkab Tarik Kendaraan Dinas Disalahgunakan

Reporter: Nur/Luk

Sampang, Suaraindonesia-news.com- Tingkat kesadaran sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam menggunakan fasilitas kendaraan dinas sebagai penunjang kinerja nampaknya masih rendah.

Masih tampak kendaraan dinas digunakan bukan untuk kepentingan dinas. Seperti kendaraan dinas roda dua digunakan oleh sejumlah pemuda yang melintas di Jalan Raya Camplong tanpa mengunakan helm bahkan berboncengan tiga.

Dengan kondisi ini  membuat kalangan legislatif angkat bicara, Anggota Komisi I DPRD Sampang Dadan Wahyudi menegaskan. Banyaknya kendraan dinas digunakan oleh yang bukan pemegang haknya membuat aset negara tersebut terkesan disalahgunakan. Sehingga, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat bisa bertindak tegas.

“Sesuai aturan yang bersangkutan sudah melakukan pelanggaran PP 53 tahun 2010 pasal 4 ayat 5. Dalam pasal itu berbunyi bahwa kendaraan dinas untuk tidak dijual, digadaikan serta dipakai oleh orang lain dan bukan peruntukan dinas,” terangnya.

Dijelaskan Dadan, banyaknya kendaraan dinas digunakan tidak semestinya selama ini terkesan dibiarkan oleh Pemkab setempat, sehingga tidak jarang banyak PNS yang mengabaikan tangung jawabnya terkait amanah pemegang aset.Terutama kendaraan dinas roda dua yang sering digunakan bukan untuk kepentingan dinas.

“Buktinya masih ditemukan kendaraan dinas roda dua digunakan oleh yang bukan pemilik sebenarnya, bahkan miris ketika kendaraan dinas itu seperti tidak dirawat maupun dijadikan barang mainan,” tegasnya.

Maka dari itu, lanjut Dadan, pihaknya berharap agar Pemkab setempat bertindak tegas, jika perlu dilakukan penarikan bagi kendaraan dinas yang terbukti digunakan bukan pada tempat maupun sesuai fungsinya.

Disisi lain, Dadan meminta kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) setempat, agar memberi catatan khusus bagi sejumlah PNS yang sudah mengabaikan kendaraan dinas. Hal itu perlu dilakukan sebagai bentuk evaluasi dan pertimbangan kedepan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here