Desa Siofaewali Selatan Mulai Ada Pengerasan Sejak Ada DD

Kiri kades Siofaewali Selatan, kakan perangkat desa

NIAS, Kamis (7 Desember 2017) suaraindonesia-news.com – Sudah 72 tahun Indonesia merdeka bahkan sejak desa Siofaewali ada hingga dimekarkan tahun 2012 akses jalan masuk di Desa Siofaewali Selatan, Kabupaten Nias, Sumatera Utara masih berlumpur bahkan tak bisa dilewati oleh kendaraan bermotor.

Kades Siofaewali Selatan mengatakan, sejak adanya dana desa tahun 2015 disitulah jalan menuju desa kami mulai berbatu dan hingga tahun 2017 ini dana desa kami gunakan untuk membuat pengerasan jalan.

“Rencana dana desa tahun 2018 masih fokus untuk membangun pengerasan jalan,” tutur kades muda itu.

Saat awak media ini turun langsung ke desa Siofaewali Selatan, betul saja bahwa jalan menuju desa itu sudah dilakukan pengerasan jalan hingga kendaraan bernomor bisa tembus samapi di depan kantor desa Siofaewali Selatan.

Baca Juga: Ini Kata Bupati Nias Saat Jadi Pemateri di Raker dan Sosialisasi Penyusunan dan Penataan Dapil Oleh KPU Nias

Faneakhi Halawa warga desa Siofaewali Selatan saat di wawancara oleh media ini beliau mengatakan bahwa berkat dana desa dirinya dan masyarakat lain di desanya bisa menikmati jalan berbatu tanpa harus dipenuhi lumpur.

“Kami sangat senang dan bahagia, berkata dana desa yang dikucurkan Pemerintah Jokowi kami bisa menikmati jalan berbatu bahkan saat ini desa kami sudah bisa dilalui kendaraan bermotor,” tuturnya kepada awak media dengan rasa penuh bahagian.

Selain pembangun jalan dan infrastruktur desa lainnya berkat DD ini juga kami sebagai masyarakat desa diberdayakan oleh pemerintah Desa untuk bekerja dengan gaji yang setimpal.

Dari profil desa tertulis jika Desa Siofaewali Selatan adalah desa baru mekar dari desa Siofaewali, sedangkan jumlah penduduknya sekitar 1.350 jiwa terdiri dari 171 KK dan sedangkan luas wilayah desanya sekitar 40.000 HA.

Dari hasil informasi yang dihimpun dari kepala desa bahwa berkat ADD dan DD desa Siofaewali Selatan sudah membangun 1.800 Meter pengerasan jalan, 6 buah Duiker, tembok penahan sepanjang 24 Meter dan 50 Meter pembangunan bronjong serta 1 lapangan bulutangkis untuk fasilitas olahraga. (T2g/Jie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here