Dedie A. Rachim Rindukan Momen Berpuasa Dengan Keluarga

Calon Wakil Walikota Bogor Dedie A Rachim.

BOGOR, Senin (21/05/2018) suaraindonesia-news.com – Calon Wakil Walikota Bogor Dedie A. Rachim mengaku sangat merindukan momen berbuka puasa bersama keluarga seperti saat ini. Maklum, saat berkarir di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama 12 tahun, Dedie hampir tak punya waktu untuk menikmati momen kebersamaan itu.

“99 persen saya jarang buka puasa bersama keluarga saat bekerja di KPK. Untuk sekarang, momen yang dirindukan, buka puasa sama keluarga,” kata Dedie Rachim kepada awak media.

Menurutnya, selama menjalani ibadah puasa yang bertepatan dengan jadwal kampanye Pilkada Kota Bogor, dirinya selalu menjaga asupan makanan, terutama buah, dengan tujuan menjaga pola makan, staminanya akan tetap terjaga.

“Saya punya kebiasaan kalo pas buka puasa hanya takjil dulu dan makan buah sebanyak mungkin, setelah habis tarawih baru makan. Kalo pas makan sahur, saya hanya makan roti dan makan buah dan sayur,” ungkapnya.

Ditambahkan Dedie, dirinya berkeinginan menjadi Wakil Walikota Bogor, untuk menata Kota Bogor agar lebih nyaman dan tertib. Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) dari segi kualitas juga menjadi sorotannya untuk memajukan kampung halamannya ini.

“Intinya saya ingin melakukan pembenahan dari pembangunan dan perbaikan infrastruktur. Semua wilayah harus tersentuh, 68 kelurahan di Kota Bogor wajib ditingkatkan infrastrukturnya,” tuturnya.

Dedie menjadi orang pertama di KPK yang memilih terjun ke panggung politik. Ia dipinang oleh calon petahana, Bima Arya Sugiarto, untuk mendampinginya dalam kontestasi Pilkada Kota Bogor. Sejak bergabung di KPK tahun 2005, Dedie Rachim telah menduduki sejumlah posisi. Jabatan terakhirnya adalah Direktur Pembinaan Jaringan dan Kerja Sama Antar Komisi dan Instansi (PJKAKI).

Sebelumnya, Dedie berkarier sebagai karyawan swasta sejak 1996 hingga 2005 di sejumlah perusahaan antara lain Astra Mobil, Maha Cipta Indonesia, dan White Space. Setelah itu, ia mengikuti seleksi “Indonesia Memanggil I” dan berhasil lolos menjadi pegawai KPK.

Jabatan yang pernah diemban Dedie di KPK di antaranya fungsional madya (2005-2009), pelaksana tugas Direktur PP LHKPN (2009-2010), pelaksana tugas Direktur Litbang (2012), Direktur Dikyanmas (2009-2015), Pelaksana Deputi Bidang Pencegahan (Maret-Juni 2015).

Dalam rentan waktu 12 tahun kariernya di KPK, pria kelahiran Garut 6 April 1966 itu juga pernah menduduki jabatan ad interim yaitu pelaksana tugas Direktur PP Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara, Plt Direktur Penelitian dan Pengembangan, juga pelaksana harian Deputi Bidang Pencegahan.

Selama di KPK, Dedie banyak berinteraksi dengan masyarakat dan pemerintah. Tugasnya lebih banyak soal pendidikan, sosialisasi, dan kampanye antikorupsi.

Sejumlah pendidikan dan pelatihan dalam mendukung kinerjanya di lembaga antikorupsi dijalani Dedie antara lain Training of Trainer of Trainer 1 & 2 Search & Seizure, Interview Investigative (2006-2008), Certified Fraud Examiner (CFE) (2008), Middle Level Official Training (2009), dan Integrity In Public Service (2010).

Sebelumnya, Dedie A Rachim menyelesaikan pendidikan tingginya di Institut Teknologi Bandung (ITB), program studi Product Industrial Design, lalu menyelesaikan pendidikannya dari program studi Administrasi/Kebijakan Publik Universitas Indonesia pada 2013.

Diakui Dedie, menjadi kepala daerah merupakan amanah yang tidak mudah karena cakupan permasalahan yang lebih luas, tak sekadar soal antikorupsi yang selama ini ia geluti. Ia mengaku apa yang dilakukannya saat ini adalah keputusan paling besar dalam hidupnya.

Reporter : Iran G Hasibuan
Editor : Agira
Publisher : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here