Dana Hibah OKP Yang Digelontarkan Tidak Sama, Disbudparpora Menuai Kecaman

Reporter: Dan/Jr

Sumenep, Selasa (31/1/2017) suaraindonesia-news.com – Dana hibah untuk Organisasi Kepemudaan (OKP) di kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur, sampai saat ini masih dipertanyakan dan menuai kecaman dari berbagai pihak.

Achmad Wasil, ketua IPNU Kabupaten Sumenep mempertanyakan pembagian dana hibah tersebut dikarenakan dana yang akan turun ke setiap OKP tidak sama.

“Atas dasar apa disbudparpora menentukan jumlah nominal dana hibah itu?” tanya wasil.

Ia juga mempertanyakan atas dasar apa Disbudparpora menentukan OKP untuk mendapatkan dana hibah tersebut, sebab menurutnya tidak semua OKP di Sumenep mendapatkan dana hibah itu, IPM, IMM, IPPNU tidak dapat.

“Ingat ya, IPNU dan IPPNU beda organisasi dan beda AD/ART, atau Jangan-jangan Kepala Dinas┬átidak tau, organisasi apa saja yang ada di sumenep?,” tegasnya

Menurut Wasil, Disbudparpora aneh karena alasan yang diberikan Disbudparpora simpang siur dengan Kesmas.

“Kata Disbudparpora itu limpahan dari bagian kesmas Sumenep, sedangkan Kesmas sendiri menjawab bahwa yang menentukan untuk mendapatkan dana hibah tersebut ialah Disbudparpora termasuk nominalnya, Ini kan simpang siur,”? Katanya

Informasi yang diterima suaraindonesi-news.com, pembagian yang akan diterima oleh setiap OKP ialah GP ANSOR 20jt, IPNU 20jt, HMI 20jt, KNPI 25jt, PMII 25jt. FKPPI 20jt, sedangkan IPM, IMM, dan IPPNU, GMNI tidak mendapatkan, dan KNPI menyatakan menolak karena semua OKP tidak dapat.

Sementara Rasidi bendahara PC GP Ansor Sumenep menilai bahwa Disbudparpora tidak jelas karena bantuan hibah yang diberikan tidak diketahui peruntukannya untuk apa.

“Kita Punya 21 PAC, dan 213 Ranting, bantuan 20jt ini jangan-jangan menambah isu yang akan tidak mensolidkan gerakan kita,” katanya.

Ia juga menyinggung ketidaksamaan pembagian dana hibah menimbulkan pertanyaan besar. “Masak yang punya kader puluhan orang mendaptkan dana yang sama dengan organisasi yang punya kader ribuan orang? Ini kan tidak jelas, lebih baik kita tidak menerima”. Pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here