Dana Desa Bisa Jadi Jebakan Bagi Pemerintah Desa

Anggota komisi XI DPR-RI, MH Said Abdullah

Reporter : nor/luk

Sampang, Suara Indonesia-News.Com – Anggota komisi XI DPR-RI, MH Said Abdullah menganggap, program DD (dana desa) adalah bagian dari upaya pemerintah untuk membangun melalui daerah pedesaan. Sehingga pihaknya akan terus mendukung program pemerintah pusat untuk melaksanakan pembangunan daerah.

“Kita akan terus mendukung pemerintah pusat untuk mensukseskan programnya, sehingga tidak ada alasan memperumit pencairan dana desa,” katanya saat ditemui disela-sela kegiatanya di Sampang.

Meski realisasi DD di Madura masih akan memasuki tahap kedua, Said mengklaim, realisasi dana desa di Madura sudah cukup bagus, termasuk di Sampang. Kendati demikian ia juga tidak memungkiri jika realisasi DD di Madura masih terbilang lamban.

“Memang DD di Madura masih akan dilaksanakan untuk tahap kedua. Tapi itu semua tidak bisa dijadikan sebagai tolok ukur kegagalan,” katanya.

Di sisi lain, Direktur dana perimbangan Direktorat Kementrian Keuangan, Rukijo menyatakan, guna mensukseskan program pembangunan didaerah, maka tahun depan alokasi DD yang akan ditransfer ke daerah lebih besar. Jika di tahun 2015 Sampang mendapat jatah DD Rp 58 miliar, makauntuk tahun berikutnya adalah sekitar Rp 131 miliar.

Namun, lanjut Rukijo, pemerintah desa harus mempersiapkan pola dan pengadministrasian yang matang, sehingga program DD tidak menjadi jebakan yang berujung pada penjara bagi pemerintah desa.

“Catatannya, kades dan pemerintah desa harus melakukan pengadministrasian yang lengkap, jika tidak maka akan mudah berurusan dengan aparat hukum,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here