CSR Jugosari Rp 15 ribu Per Eate, CSR Jarit Tahap Negoisasi

Ali Imron Supervisor PT LJS

LUMAJANG, Kamis (8/3/2018) suaraindonesia-news.com – Supervisor PT Lumajang Jaya Sejahtera, Ali Imron kepada sejumlah media membeberkan terkait dengan tuntutan warga dengan program Corporate Social Responsibility (CSR) PT LJS, yang masih dalam tahap negoisasi untuk Desa Jarit Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang, Propinsi Jawa Timur.

Menurut Ali, dana yang diberikan kepada masyarakat Desa Jugosari itu besarannya sekitar Rp 15.000 per rate, yang dibayarkan setiap mingguan. Dan hal itu sudah selesai dilakukan bersama dengan kelompok tim CSR di Desa setempat.

“Namun yang belum selesai ini adalah bersama dengan warga Desa Jarit, yang juga ikut terdampak dari kegiatan pertambangan pasir galian C milik PT LJS ini,” katanya saat ditemui di balai Desa Jarit tadi siang.

Belum selesai masalah CSR antara warga Desa Jarit dengan PT LJS dikarenakan masih belum ditentukan besaran dari kompensasi tersebut, sebab kata Ali daerah yang terdampak sejauh 8 kilometer dari lokasi pertambangan.

“Ini kami masih berunding akan memikirkan hal ini pada manajemen PT LJS, namun karena kesibukan pimpinan, mungkin nanti ada pertemuan kembali antara PT LJS dengan warga disini,” ujarnya lagi.

Selain dana CSR, Ali juga mengatakan jika tenaga kerja juga telah melibatkan masyarakat sekitar, agar kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekitar nampak jelas peruntukannya.

“Dan dasar PT LJS memberikan dana CSR juga dengan adanya struktur tim CSR desa. Sebab di Desa Jarit masih belum ada struktur tersebut. Insya Allah Senin depan ini ada titik temu yang baik di kedua belah pihak,” imbuhnya.

Menang ditegaskan oleh Ali, bahwa Desa Jarit ini masih dalam proses pembahasan tertang besaran dana CSR dan teknis lainnya terkait dengan pemberian CSR tersebut.

“Masyarakat Desa Jarit juga berdampak langsung, seperti adanya kebisingan, kepadatan lalu lintas, serta dampak debu yang masuk ke rumah-rumah warga,” bebernya.

Di pertambangan Desa Jugosari, setiap harinya, PT LJS kata Ali siap 300-400 dump truk yang beroperasi angkut pasir bermuatan 6-8 kubik pasir.

Sementara itu, kata tokoh Kecamatan Candipuro, M Iqbal, mejelaskan bahwa sudah ada Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur masalah Surat Keterangan Asal Barang (SKAB) dan itu harus diterbitkan langsung oleh pihak yang punya izin operasi produksi (OP) pertambangan pasir galian C.

Reporter : Achmad Fuad Afdlol
Editor : Agira
Publisher : Tolak Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here