Cegah Peredaran Narkoba di Kalangan Pelajar, 1200 Siswa SMAN 01 di Tes Urine

Siswa SMAN 01 Batu saat di Tes Urine

KOTA BATU, Senin (06/08/2018) suaraindonesia-news.com – Sebanyak 1200 pelajar SMAN 01 Batu di tes urine oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) kota Batu. Mereka di tes urine secara bergiliran selama tiga hari, mulai Jumat, Senin hingga Rabu, 3, 6, dan 8 agustus 2018. Hal itu dilakukan sekolah sebagai upaya mencegah peredaran narkoba di kalangan pelajar.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan (Waka Kesiswaan) SMAN 01 Batu Sugihadi mengatakan tes urine yang dilakukan oleh BNN kepada siswa itu sebagai upaya untuk mencegah peredaran dan pemeberantasan narkoba di sekolah, SMAN 01 Batu secara rutin melakukan tes urine setiap tahun sekali yang diberikan kepada setiap siswa.

“Kegiatan tes urine ini adalah sebagai bagian dari upaya kita untuk mengantisipasi terhadap penggunaan dan peredaran narkoba di sekolah, kalau misalnya ada yang terindikasi bisa diantisipasi secara dini yang akan ditindak lanjuti oleh BNN,” kata Sugihadi saat ditemui disela-sela tes urine, Senin (6/8/2018).

Ia masih bersyukur, meski beredaran narkoba dikalangan pelajar mengkwatirkan, tetapi hingga kini dilingkungan sekolah, pelajar SMAN 01 tidak ada yang terlibat, semua siswa dunyatakan negatif dari penggunaan narkoba.

“Jadi sekolah setiap tahun terus melakukan upaya pencegahan narkoba, artinya setiap siswa di tes urine selama tiga kali setiap jenjang, semua dicaver sekolah, malah sekolah sini mendapat penghargaan dari BNN Propinsi Jawa Timur menjadi terbaik sebagai upaya P4GN pada acara HANI kemarin itu,” ungkapnya.

Sementara kepala BNN kota Batu AKBP Heru Cahyo Widodo itu membenarkan, bahwa dari hasil pemeriksaan tes urine yang dilakukan pada tahun-tahun lalu hingga Jumat (3/8/2018) di SMAN 01 Batu tidak dtemukan indikasi positif penyalahgunaan narkoba, karena sekolahpun secara rutine melakukan pemeriksaan tes urine.

“Oleh karena itu, kami BNN kota Batu mengapresiasi langkah yang dilakukan sekolah. ini sebagai salah satu upaya Pencegahan, pemberantasan dan perdagangan gelap narkoba (P4GN), ini sangat bagus dan patut jadi contoh sekolah lain,” ungkap Heru.

Bila ada pelajar yang terindikasi terlibat narkoba, kata dia, pihaknya akan mengusahakan agar yang bersangkutan direhabilitasi. Sebab menurut dia, peredaran narkoba dikalangan pelajar terbanyak adalah penggunaan pil doble L.

“Makanya dalam tes urine ini kita menggunakan alat diteksi dua jenis, untuk mengetahui yang bersangkutan terlibat Penggunaan ganja, sabu atau tidak, dalam tes urine kita menggunakan alat THC, sedangkan alat Benzo digunakan untuk mendeteksi penggunaan pil doble L,” pungkasnya.

Reporter : Adi Wiyono
Editor : Agira
Publisher : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here