Cegah Penyakit Menular, Dinkes Sumenep Gelar Advokasi Dan Sosialisasi Penyakit Frambusia

Advokasi dan Sosialisasi Survey Serologi Frambusia

Reporter : Mahdi

SUMENEP, Selasa (18/4/2017) suaraindonesia-nesw.com – Dinas Kesehatan Sumenep Gelar Advokasi dan Sosialisasi Survey Serologi Frambusia guna untuk pencegahan penyakit menular. Selasa (18/4).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep menyatakan, Frambusia merupakan penyajit menular, menahun dan gangguan yang disebabkan oleh kuman tremfonima partinom yang melalui kontak langsung oleh penderita. Tingginya kasus terjadi di daerah pedalaman dan kepulauan yang kurang paham tentang hidup sehat.

“Frambusia menyakit menular yang disebabkan oleh kuman, maka diharapkan masyarakat sumenep harus memperhatikan hidup sehat,” Terang Fatoni.

Fatoni menambahkan, secara nasional penderita frambusia yaitu 1 per seribu penduduk. Tahun 2009 ada 18 ribu penderita di Jawa Timur.

“Untuk Sumenep mencapai 104 penderita yang tersebar di beberapa puskesmas. Tahun 2020 diharapkan sumenep bersih dari penyakit Farambusia,” terang Fatoni.

Sementara Dokter Tiara dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia dihadapan para peserta menyampaikan penyakit Frambusia sangat muda menular dari kulit kekulit melalui lalat yang hinggap diluka penderita.

“Penyakit Frambusia merupak menyakit menular melalui bakteri. Jika tidak segera diatasi maka akan menyebabkan kecacatan,” Terang dokter Tiara.

Dokter berdara cantik ini mengatakan cara mencegahannya cukup dengan membiasakan hidup bersih dan mandi secara teratur.

Sementara Bupati Sumenep A Busyro Karim menyampaikan, hidup sehat merupak impian semua orang. Karena hidup sehat mahal harganya.

“Menjaga hidup sehat bisa lakukan dengan bangun sebelum subuh,” ujarnya.

Menurutnya, Jika orang terbiasa bangun sebelum subuh terlepas shalat tahajjud. Akan memberikan dampak hidup sehat baik jasmani dan rohani.

“Hidup sehat disebabkan lingkungan sehat. Hidup sehat juga dilakuakan dengan bangun malam,” Ucap mantan ketua dewan tersebut.

Tampak hadir dalam acara tersebut, ibu penggerak PKK Fitrina Busryo Karim, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur dan beberapa Kepala SKPD di lingkungan Pembakab Sumenep.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here