Cegah Laka, Sejumlah  Bus AKAP Dan AKDP di Razia

Tim gabungan Satlantas dan Perhubungan Blora gelar razia cek fisik/kelengkapan dokumen bus AKAP/AKDP untuk antisipasi kecelakaan lalu lintas (laka lantas).

Reporter: Lukman

BLORA, Jumat (19/5/2017) suaraindonesia-news.com — Sejumlah kendaraan Bus angkutan penumpang antar kota dan antar provinsi (AKAP) di Terminal Cepu, Blora, dirazia dan diuji kelayakannya oleh Unit Lantas Polsek Cepu Polres Blora, bersama Dinas Perumahan, Pemukiman, dan Perhubungan, Kamis (18/5).

“Razia ini untuk mengecek transparansi terhadap seluruh angkutan penumpang umum yang beroperasi di terminal type A Cepu,” jelas Kanit Lantas Cepu Iptu Les Pujianto.

Tidak hanya untuk transparansi, kegiatan ini sebagai langkah mengantisipasi dan menekan angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya, serta memastikan kesiapan angkutan Ramadhan 2017.

Dalam pemeriksaaan, petugas gabungan minta sopir menunjukkan surat-surat kendaraan, membuka kap mesin untuk mengecek kondisi mesin serta mencocokkan nomor mesin dengan surat kendaraan.

Tidka hanya itu, tim juga mengecek seluruh sistem penunjang kendaraan bus, mulai rem, lampu, klakson, wiper, slang-slang, pegas daun, dan karet penahan shock breaker.

“Semuanya dicek satu per satu, tidak ada yang dilewaakan,” jelas Iptu Les Pujianto.

Dari hasil pemeriksaan kelengkapan fisik dan surta menyurat kendaraan, belum ditemukan kecacatan atau tidak layak jalan pada bus AKAP maupun maupun angkutan antar kota dalam provinsi (AKDP).

“Jika ada Bus yang tidak layak jalan kita larang untuk berangkat, karena bisa membahayakan penumpang,” katanya lagi.

AKP Febriyani Aer, menambahkan, kegiatan razia bus AKAP dan AKDP merupakan bagian dari Operasi Patuh Candi 2017. Pihaknya ingin memastikan semua bus aman untuk mengangkut penumpang baik antar kota dan provinsi.

“Jangan lagi ada kebakaran seperti bus Zentrum kemarin, kami bentuk tim untuk antisipasi, termasuk akan mendatangi langusng ke PO,” tandas Febbi, panggilan Febriyani Aer, SIK.

Pemeriksaan, kata dia, tidak han ya fisik kendaraan bus, sopir dan kenek bus yang akan berangkat beroperasi juga turut diperiksa kesehatannya.

”Jika kesehatannya tidak fit untuk jalan, kami minta ganti dengan sopir yang fit.” tukasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here