Cegah Difteri Dengan Imunisasi

Kabid P2 Dinkes Kabupaten Lumajang, Agus Hari Widodo saat ditemui diruangkerjanya

LUMAJANG, Jumat (29/12/2017) suaraindonesia-news.com –
Jika tidak ingin terjangkit difteri, anak harus sudah diimunisasi. Menurut Kabid P2 Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang, Agus Hari Widodo kepada media menjelaskan jika imunisasi difteri mulai diberikan pada anak mulai dari program imunisasi dasar, yang sering disebut juga dengan DPT 1, DPT 2, dan DPT 3, yakni pada usia 2, 3 dan 4 bulan.

Sedangkan vaksin yang diberikan kata Agus adalah DPT-HB-Hib (pentavalen).

“Fungsi imunisasi ini adalah untuk mencegah penyakit difteri, pertusis (batuk rejan), tetanus, hepatitis B, dan infeksi Haemophilus influenzae tipe b secara simultan,” katanya saat ditemui di kantornya.

Sedangkan imunisasi lanjutan, diungkapkan Agus, diberikan pada usia balita 18 bulan dan yang diberikan adalah Vaksin DPT-HB-Hib.

“Ada pula imunisasi lanjutan yang diberikan pada usia sekolah yaitu pada kelas 1, 2 dan 5 SD. Dan vaksin yang diberikan adalah Vaksin DT,” ungkapnya.

Di Kabupaten Lumajang, kata Agus ada S pasien penderita penyakit difteri yang dinyatakan negatif.

“Kabupaten Lumajang memang tidak masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB). Sebab semua penderita dinyatakan negatif. Namun kami tetap perlu diantisipasi. Sebab, sampai saat ini terdata sebelas tersebut, sepuluh sudah dipulangkan dan yang satu masih menunggu hasil lab keluar,” katanya lagi.

Penyakit difteri ini kata dia adalah penyakit menular akut pada tonsil, faring dan hidung. Kadang-kadang pada selaput mukosa dan kulit. Jika terlambat ditangani menyebabkan kematian.

“Kesebelas penderita itu akumulasi sejak bulan Maret sampai Desember ini. Dan berdasarkan usia, sebagian besar suspek berusia kurang dari usia 15 tahun umurnya,” bebernya.

Dari data yang diperoleh awak media, penderita itu banyak terdapat dari kawasan pinggiran. Penyebarannya ada di sejumlah kecamatan. Diantaranya Kecamatan Rowokangkung, Tempeh, Klakah, Kedungjajang, Candipuro, Padang, Pasirian, Randuagung.

Untuk mencegah risiko penularan, Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang, menurut dia telah berupaya bersama Puskesmas melakukan pengobatan dan pencegahan agar tidak menyebar lebih luas lagi.

Cara efektif mencegah difteri tak lain adalah dengan imunisasi. Difteri yang merupakan salah satu penyakit menular bisa dicegah dengan imunisasi.

“Untuk mengurangi faktor risiko tertular kata dia juga dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Tetap menjaga daya tahan tubuh dengan pola makan dan pola hidup yang sehat. Memakai masker karena cara penularan difteri antara lain melalui droplet (percikan ludah) ketika batuk atau berbicara. Dan untuk anak yang belum sempat diimunisasi sesegera mungkin diimunisasi agar tidak terjangkit difteri,” pungkasnya.

Difteri adalah infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium. Gejalanya berupa sakit tenggorokan, demam, dan terbentuknya lapisan di amandel dan tenggorokan. Dalam kasus yang parah, infeksi bisa menyebar ke organ tubuh lain seperti jantung dan sistem saraf.

Reporter : Achmad Fuad Afdlol
Editor : Amin
Publisher : Tolak Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here