Cawalkot Probolinggo Hadi Zainal Abidin Mengawali Serahkan SK Pengunduran Diri Sebagai Anggota DPR RI – MPR RI Ke KPU

Cawalkot Probolinggo, Hadi Zainal Abidin bersama Ketua KPU Kota Probolinggo H. Ahmad Hudri kepada wartawan menunjukkan keputusan surat pengunduran diri sebagai anggota DPR RI/MPR RI yang sudah di tetapkan dan di tanda tangani Presiden Joko Widodo.

PROBOLINGGO, Selasa (13/03/2018) suaraindonesia.news.com – Hadi Zainal Abidin salah satu cawali Kota Probolinggo Jawa Timur, yang sebelumnya sebagai anggota DPR RI/MPR RI, mengawali menyerahkan surat keputusan pengunduran diri sebagai anggota DPR RI/MPR RI yang sudah resmi ditetapkan dan di tandatangani oleh Presiden Joko Widodo kepada KPU Kota Probolinggo. Surat keputusan pengunduran diri sebagai anggota DPR RI/MPR RI tersebut diterima langsung oleh Ketua KPU. H. Ahmad Hudri di Kantor KPU Probolinggo, Selasa (13/3/2018) siang.

Seusai menyerahkan surat keputusan pengunduran dirinya dari anggota DPR RI/MPR RI ke KPU, Hadi Zainal Abidin, yang lebih akrab dipanggil dengan sebutan Habib Hadi ini kepada insan pers mengatakan, bahwa dirinya mengawali dalam menyerahkan surat keputusan pengunduran diri sebagai anggota DPR RI/MPR RI itu hanya ingin fokus terkait pencalonan dirinya sebagai calon Walikota Probolinggo yang bakal digelar secara serentak pada 27-Juni-2018 mendatang.

Penetapan keputusan pengunduran diri saya sebagai anggota DPR RI/MPR RI ini secara resmi sudah ditetapkan dan di tanda tangani oleh Presiden Joko Widodo pada 20-Februari lalu.

“Jadi sejak saat itu saya sudah berhenti dan tidak menerima lagi hak hak sebagai DPR RI/MPR RI. Walaupun sesuai PKPU Nomor : 15 tahun 2017, surat keputusan pengunduran diri itu bisa diserahkan ke KPU selambat lambatnya 30 hari sebelum pelaksanaan pemungutan suara digelar”, ungkapnya.

Semua ini saya lakukan lebih awal karena saya ingin fokus menangani urusan pilkada Walikota Probolinggo. Kalau saya belum mengundurkan diri sebagai anggota DPR RI/MPR RI, otomatis saya masih terbebani tanggung jawab tugas tugas saya di DPR RI/MPR RI, dan otomatis saya tidak bisa fokus ngurusi kepentingan diri saya di pilwali ini, tambahnya.

Baca Juga: Untuk Menjaga Kekompakan, Polsek Bogor Barat Lakukan Ngaliwet 

Terkait hal tersebut, Ketua KPU Kota Probolinggo, Ahmad Hudri, mengatakan, dalam Pilwali Kota Probolinggo ada dua calon dari DPR. Yakni Hadi Zainal Abidin anggota DPR RI/MPR RI dari PKB, dan Zulfikar Imawan, anggota DPRD Kota Probolinggo dari Nasdem.

Sesuai dengan PKPU Nomor 15 tahun 2017, pasangan calon yang berasal dari anggota legislatif, baik DPRD maupun DPR RI/MPR RI, diharuskan mengundurkan diri, dan menyerahkan surat keputusan pengunduran dirinya secara resmi yang sudah ditetapkan, selambat lambatnya tanggal 26-Mei-2018 atau 30 hari sebelum pelaksanaan pungutan suara dilaksanakan.

“Namun hingga saat ini, baru Hadi Zainal Abidin yang sudah menyerahkan surat keputusan pengunduran dirinya sebagai anggota DPR RI/MPR RI yang sudah ditetapkan dan di tanda tangani oleh Presiden”, terang Hudri.

Sementara Zulfikar Imawan dari Nasdem, sebagai calon wakil Walikota Probolinggo, yang berpasangan dengan Fernanda Zulkarnain, kata Hudri belum menyerahkan surat keputusan pengunduran dirinya sebagai anggota DPRD secara resmi yang sudah ditetapkan dan di tanda tangani oleh Pejabat yang berwenang atau Gubernur,

“Apabila sampai batas waktu ketentuan yang sudah ditetapkan PKPU, calon yang berasal dari legislatif belum menyerahkan surat keputusan pengunduran dirinya dari anggota legislatif secara resmi yang sudah ditetapkan dan ditangani oleh pejabat yang berwenang, otomatis pencalonannya gugur demi hukum”, tandasnya.

Reporter : S. Widjanarko
Editor : Amin
Publisher : Tolak Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here