Bupati Terima Penghargaan Korban Banjir Di Pulau Obi Merana

Reporter: Ipul

Halsel malut, Kamis (8/12/2016) suaraindonesia-news.com – Nasib warga enam desa korban banjir di Pulau Obi kini merana. Mengharapkan bantuan dari Pemda, pembagiannya tidak merata. Sudah begitu, bupati Bahrain Kasuba tidak memperdulikan mereka. Kondisi ini mengundang iba berbagai pihak. Meski tak mendapat perhatian Pemda Halmahera Selatan, berbagai bantuan datang dari masyarakat.

Beginilah nasib. Saat dibutuhkan, dicari walaupun di lubang batu, giliran terkena bencana, bupati Bahrain justeru memiliki jalan-jalan ke Jakarta menghadiri seremoni penerimaan penghargaan dari Presiden, ketimbang mengunjungi dan menjengut pengungsi korban banjir dari daerah penyumbang PAD Halsel terbesar itu.

Ketua LSM Angkatan Muda Saruma (AMS) Halsel, Safri Thalib saat memberikan keterangan Kamis (8/12) mengaku prihatin dengan sikap bupati yang lebih mementingkan menghadiri acara penerimaan penghargaan di Jakarta ketimbang datang menjengut dan melihat kondisi pengungsi korban bencana banjir di Obi.

“Warga Halsel khususnya kecamatan Obi saat ini sedang berduka. Mereka kehilangan harta benda akibat terkena musibah banjir. Mereka saat ini hidup di pengungsian dan sangat mengharapkan uluran tangan dari semua pihak. Mereka sangat membutuhkan perhatian terutama dari Pemerintah. Tapi apa yang kita lihat, bupati kita justru lebih memilih keluar daerah,” ujarnya.

Mantan ketua KNPI Halsel saat di konfirmasi via hanpone itu mengatakan, mestinya sebagai pemimpin di daerah ini, bupati harus datang menjenguk masyarakat yang mengalami musibah tersebut sehingga dapat merasakan kesedihan dan penderitaan mereka. “Acara seremoni di kecamatan dan desa seperti pelantikan PKK, bupati datang melantik. Tapi disaat ada musibah yang menimpa warga, bupati justu tidak peduli dan lebih memilih keluar daerah. Kita sayangkan sikap seorang bupati seperti itu,” sesalnya.

Sudah begitu kata Safri, penyaluran bantuan terhadap korban bencana banjir oleh Pemda beberapa hari lalu terkesan diskriminatif. Bantuan berupa beras dan makanan instan itu tidak diserahkan secara merata kepada korban bencana banjir. Sebagaimana keluhan para pengungsi yang disampaikan lewat media massa dua hari lalu.

“Ada desa yang lebih diprioritaskan dan ada desa lain yang hanya mendapatkan bantuan seadanya,” ujarnya. Bisa jadi desa-desa yang mendapatkan perlakuan diskriminatif dalam penyaluran bantuan itu dikarenakan mereka mendukung calon lain pada Pilkada lalu.

“Kalau itu terjadi maka sangat kita sayangkan. Jangan lagi ada perlakuan diskriminatif terhadap masyarakat khususnya mereka yang terkena musibah tersebut,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here