Bupati Pati: Warga Harus Sabar Menunggu dan Menghormati Apapun Putusan PT UN

Tengah Bupati Pati Haryanto

Pati, Suara Indonesia-News.Com – Pembangunan Pabrik Semen Pati yang diperkirakan akan dimulai pada tahun 2016 dan menyerap setidaknya 1.650 tenaga kerja pada tahap konstruksi dan sekitar 3.000 tenaga kerja langsung serta tidak sekaligus pengoperasian. Tenaga kerja dipredisikan sebagian besar warga Kabupaten Pati,berbagai wilayah lain yang mencakup exs Karisidenan Pati maupun Provinsi Jawa Tengah.

Proyek yang diprakarsai oleh PT Sahabat Mulia Sakti (SMS) senilai Rp 7 triliun tersebut akan menyediakan berbagai jenis level pekerjaan, warga berkesempatan untuk menyampaikan pernyataan secara langsung kepada Bupati Pati Haryanto.

“Meskipun terdapat perbedaan pendapat di sebagian masyarakatnya, namun ini menuju kepentingan bersama untuk mensejahterakan taraf ekonomi, menciptakan lapangan kerja serta pemertaan pembangunan infrastruktur di Pati itu hal yang diutamakan,” kata Bupati Pati Haryanto  Senin 16/11/15).

Haryanto juga menambahkan, bahwa tuntutan warga dan elemen pekerja yang menginginkan perbaikan ekonomi Kabupaten Pati  mesti sabar menunggu dan menghormati apapun putusan PT UN, tambahnya bupati Pati Haryanto.

Pabrik Semen Pati akan mulai mendorong perekonomian Pati pada 2017. Setidaknya akan terdapat beberapa macam pemasukan Pendapatan Daerah (PAD) Kabupaten Pati dan Provinsi Jawa Tengah sertaSumbangan ke PAD tersebut Yakni, Pajak Galian C, Pajak, Pemanfaatan Air Permukaan,  Pajak Penerangan Jalan Umum, Pajak Bumi dan Bangunan serta berbagai pajak maupun retribusi sesuai Perda yang diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Pati.

Dampak meningkatkan ekonomi warga Pati dan sekitarnya akan pertumbuhan usaha kecil dan menengah, yakni usaha makanan, transportasi, konveksi, laundry dan jasa pendukung industri lain akan diserap oleh industri semen yang berkapasitas maksimal  4,4 juta ton per tahunnya.

Perkembangannya, pembangunan pabrik semen di Pati mendapatkan AMDAL dan Izin Lingkungan pada akhir 2014 lalu, bukan tanpa mengalami tantangan sama sekali. Terjadi beberapa kali aspirasi penolakan pembangunan pabrik didasari oleh kekhawatiran sejumlah warga dalam soal berkurangnya jumlah air dalam tanah di wilayah pabrik tersebut. Ujungnya, lima orang warga Pati yang menggugat surat keputusan Bupati Pati nomor 660.1/4767 tentang izin lingkungan pembangunan pabrik semen ke Pengadilan Tata Usaha Negara Semarang. (ip).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here