Bupati Nias Sambut Kedatangan Dirjen Kemenkes RI

Kanan Kepala Dinkes Kabupaten Nias, berdampinga dengan Bupati Nias dan tegah pakai baju adat Kemenkes RI serta paling kiri baju putih Direktur RSUD Gunungsitoli

NIAS, Senin (12/3/2018) suaraindonesia-news.com – Bupati Nias Drs. Sokhiatulo Laoli MM, didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nias Martin L.Harefa, SKM, M.Kes dan Direktur RSUD Gunungsitoli dr. J Dawolo menerima kunjungan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI dr. Bambang Wibowo, SP.OG (K), MARS yang didampingi oleh Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan dr. Tri Hesti Widyastoeti Marwotokosoeko, SP.M., dan Ketua ARSADA (Asosiasi Rumah Sakit Daerah ) Dr. R.Heru Ariyadi, MPH di Ruang Training Center RSUD Gunungsitoli Kabupaten Nias.

Bupati Nias dalam sambutannya mengucapkan terimakasih atas kunjungan dr. Bambang Wibowo, SP.OG (K), MARS bersama tim yang telah menyempatkan diri mengunjugi Kabupaten Nias, hal ini merupakan kebanggaan bagi masyarakat Nias serta menunjukkan perhatian dan dukungan Pemerintah Pusat terhadap pembangunan dan pelayanan kesehatan di Kabupaten Nias.

“Pemerintah Kabupaten Nias tetap komitmen dalam meningkatkan mutu dan akses pelayanan kesehatan, salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Nias dalam meningkatkan mutu kesehatan adalah terkreditasinya RSUD Gunungsitoli dengan meraih akreditasi Paripurna (Bintang 5),” tuturnya.

Selanjutnya, dr. Bambang Wibowo, SP.OG (K), MARS pada arahannya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Nias atas komitmen dan dukungan dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan khususnya di RSUD Gunungsitoli yang telah meraih akreditasi Paripurna dan telah ditetapkan RSUD Gunungsitoli sebagai Rumah Sakit Rujukan se-Kepulauan Nias, oleh karena itu Kemenkes mendukung sepenuhnya upaya-upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Nias dalam memberhasilkan pembangunan kesehatan di Kabupaten Nias.

Terkait dengan penempatan dokter spesialis, berdasarkan Permenkes Nomor 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas, menyakatakan bahwa kebutuhan tenaga kesehatan adalah kebutuhan minimal.

Baca Juga: Kepala Perangkat Daerah se-Kabupaten Nias Tandatangani Perjanjian Kinerja dengan Bupati Nias 

“Artinya bukan tidak mungkin dokter spesialis ditempatkan di puskesmas, namun disesuaikan dengan kebutuhan organisasi dan analisis beban kerja dan perpindahan tenaga medis dan paramedis yang merupakan ASN daerah merupakan kewenangan Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah sebagaimana ketentuan perundang-undangan,” ungkap Bambang.

Bambang menambahkan, penerbitan Surat Ijin Praktek (SIP) tenaga kesehatan khususnya Dokter, berpedoman pada undang-undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, bahwa surat ijin praktik dokter dan dokter gigi hanya diberikan untuk paling banyak 3 (tiga) tempat, artinya dapat diberikan bila memenuhi syarat atau tidak diberikan bila tidak memenuhi syarat, dan Rekomendasi atasan langsung sebagai salah satu syarat penerbitan Surat Ijin Praktik (SIP) sebagaimana Pasal 8 Permenkes Nomor 2052 Tahun 2011 tentang Ijin Praktik dan pelaksanaan praktik kedokteran, hal tersebut merupakan persyaratan kumulatif yang harus dipenuhi.

Usai pertemuan tersebut Dirjen Kemenkes beserta rombongan melaksanakan peninjauan ruangan RSUD Gunungsitoli, Puskesmas Gunungsitoli Selatan Kota Gunungsitoli dan Puskesmas Hiliweto Gido Kabupaten Nias.

Turut serta Ketua IDI Wilayah Provinsi Sumatera Utara, Perwakilan POGI (Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia) dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Gunungsitoli.

Reporter : Topan
Editor : Agira
Publisher : Tolak Amin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here