BPS Rilis Nilai Inflasi Kota Ternate Masih Di level Aman, IHK 131,09

Petugas BPS Provinsi Maluku Utara

Reporter: Ipul

Ternate Malut, Jum’at (3/2/2017) suaraindonesia-news.com. – Badan Pusat Statistik (BPS) Kantor Perwakilan Provinsi Maluku Utara (Malut) telah merilis bahwa Kota Ternate tahun ini mengalami inflasi sebesar 0,63 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 131,09.

”Inflasi tahun kalender Kota Ternate sebesar 0,63 persen dan inflasi year on year Kota Ternate sebesar 2,02 persen. Sementara itu inflasi kita masih dibawah Nasional dan ini masih sangat bagus, kalau dilihat dari angkanya, karena kalau terlalu tinggi juga dapat merugikan konsumen pada level yang saat ini maka masih sangat baik,” ungkap Kepala BPS Perwakilan Malut, Misfahrudin kepada awak media diternate, Kamis (02/02).

Misfahrudin menyebutkan pada Januari 2017, Kota Ternate mengalami inflasi di enam (6) kelompok pengeluaran, sedangkan satu kelompok lainnya mengalami deflasi.

Adapun, inflasi keenam kelompok pengeluaran diantaratnya kelompok bahan makanan 2,32 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,10 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,30 persen, kelompok sandang 0,19 persen, kelompok kesehatan 0,58 persen, dan kelompok pendidikan rekreasi dan olahraga 0,06 persen. Sedangkan satu kelompok yang mengalami deflasi adalah kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,14 persen.

”Inflasi juga terjadi pada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga dan juga penurunan harga, pada Januari 2017 antara lain, ikan cakalang, tarif listrik, dan cabai rawit. Sedangkan beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga adalah tomat, sayur-sayuran serta angkutan udara,” ujarnya.

Dia menjelaskan Januari 2017, kelompok pengeluaran memberikan sumbangan inflasi masing-masing adalah kelompok bahan makanan 0,49 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,01 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,11 persen, kelompok sandang 0,01 persen, kelompok kesehatan 0,02 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,00 persen, serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan -0,02 persen.

“Berdasarkan inflasi yang terjadi karena ada beberapa yang menyumbangkan kenaikan harga tersebut, namun ini masih sangat baik untuk pertumbuhan ekonomi kita di Malut, karena peningkatan tidak terlalu signifikan,” jelasnya.

Sementara inflasi Nasional sebesar 0,97 persen dengan indeks IHK sebesar 127,94. Iitu artinya, bahwa Maluku Utara masih dibawah dari Nasional, maka inflasi di Malut masih pada tahapan normal atau biasa saja.

Data menunjukkan bahwa dari 82 kota IHK, seluruh kota mengalami inflasi. Dimana inflasi tertinggi terjadi di Kota Pontianak sebesar 1,82 persen, Kota Singaraja sebesar 1,79 persen, dan Kota Surabaya sebesar 1,76 persen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here