BPJS Kesehatan Berikan Bekal Kepada Mahasiswa Tentang Program JKN-KIS

Kepala Bidang Penjamin Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Cabang Jember, Aissiyah Nur Annisa, saat memberikan paparan kepada puluhan mahasiswa baru kedokteran.

LUMAJANG, Jumat (14/9/2018) suaraindonesia-news.com – BPJS Kesehatan Cabang Jember dipercaya untuk mengisi mata kuliah tamu tentang Program JKN-KIS khususnya tentang sistem pembiayaan kesehatan kepada puluhan mahasiswa baru Kedokteran Universitas Negeri Jember.

Menurut Kepala Bidang Penjamin Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Cabang Jember, Aissiyah Nur Annisa, saat dihubungi awak media vua telpon, mengatakan bahwa hal ini akan menjadi bekal dari pada mahasiswa baru agar memahami terkait dengan program BPJS Kesehatan ini.

“Kuliah tamu ini bukan pertama kali dilakukan, tahun-tahun sebelumnya BPJS Kesehatan Cabang Jember juga mengisi materi kuliah tamu di beberapa fakultas Universitas Negeri Jember,” katanya.

Pada kesempatan ini, Aissiyah memberikan langsung materi pengenalan Program JKN dan Sistem Pembiayaan Kesehatan.

“Sebagai mahasiswa baru apalagi dari jurusan kedokteran harus paham tentang sistem JKN-KIS ini. Karena nantinya mereka menjadi praktisi tenaga medis yang akan memberikan pelayanan kesehatan dan kelak bisa jadi adik-adik disini akan menjadi salah satu bagian dari BPJS Kesehatan,” jelas Aissiyah.

Aissiyah juga menjelaskan seluk beluk Program Jaminan Kesehatan Nomor 1 didunia, karena jumlah kepesertaanya sampai pada awal September 2018 telah mencapai 201,6 juta jiwa peserta.

Dari pantauan media waktu itu, nampak mahasiswa baru sangat antusis mendengarkan penjelasan materi tersebut.

“Program JKN yang dikelola BPJS Kesehatan adalah amanat undang-undang, mengapa program ini ada? Karena kita tahu bahwa biaya kesehatan dari tahun ke tahun tidak semakin murah namun semakin mahal. Dan tidak semua orang bisa memiliki akses pelayanan kesehatan yang dibutuhkan. Untuk ini negara hadir untuk rakyatnya,” terangnya, ditengah-tengah memberikan paparan kuliah.

Aissiyah menambahkan sebagai mahasiswa yang berpendidikan, kita harus sadar terlebih dahulu apa pentingnya jaminan sosial ini, bagaimana menggunakan manfaatnya baru kita gali lebih dalam mengenai aturan sampai dengan sistem yang digunakan.

Aissiyah juga menjelaskan bahwa dalam menjaga kesinambungan program ini prinsip utamanya adalah prinsip gotong royong. Tidak ada kaya miskin dalam program ini, tetapi yang sehat membantu yang sakit.

“Butuh iuran 40 peserta yang sehat, untuk membayar biaya 1 kali cuci darah 1 pasien. Kalau ada 5 pasien, 10, atau sampai 100 pasien, bisa dibayangkan.” tambah Aissisyah.

Aissiyah menambahkan harapan kedepan kepada para mahasiswa bahwa mereka sebagai generasi muda yang berpendidikan, generasi potensial yang mampu mendukung program JKN-KIS yang mampu menjadi kepanjangan tangan BPJS Kesehatan dalam mengedukasi masyarakat untuk mencapai Universasl Health Coverage (UHC) pada tahun 2019 nantinya.

“Harapan saya, bagikan ilmu yang adik-adik dapat dari sini. Berikan informasi ke teman, keluarga dan sanak saudara. Dengan begitu teman-teman juga turut andil dalam mensuskseskan program JKN ini,” pungkas Aissiyah saat menutup kuliah.

Reporter : Achmad Fuad Afdlol
Editor : Amin
Publiser : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here