Boat Nelayan di Krueng Susoh Tidak Bisa Melaut

Reporter: Nazli Md 

Blangpidie-Abdya, Suaraindonesia-news.com – Sejumlah boat nelayan tidak bisa melaut dan terparkir rapi di penambatan bot diseputaran aliran sungai Krueng Susoh di Desa Pulau Kayu Kecamatan Blangpidie Kabupaten Aceh Barat Daya. Tidak bisanya beroperasi boat-boat nelayanan tersebut diakibatkan penangkalan muara suangai itu semakin parah.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) H Sofian Yusuf dilokasi penambatan boat-boat dibelakang Pesantren Desa Pulau Kayu mengatakan, para nelayan sudah hampir sepekan tidak beraktifitas disebabkan hulu keluar masuk boat sudah terjadi pendangkalan.

Selain terjadi pendangkalan di Kuala itu, lanjut Sofian, kondisi mulut kuala yang merupakan satu-satunya pintu keluar masuk bagi sebagaian nelayan itu diperparah akibat tidak efektifnya pengamanan laut seperti pembuatan batu gajah yang kurang baik.

“Jika hujan lebat turun dan air sungai Krueng Susoh ini meluap maka akan semakin memudahkan batu-batu gajah itu terseret arus ketika banjir,” terang Sofian.

Lebih lanjut disebutkan, selain permasalahan pendangkalan muara Kuala itu, pihak nelayan, khususnya para nelayan yang menambatkan boatnya di Sungai Krueng Susoh itu juga sangat kewalahan dengan tidak adanya tempat sandaran booat yang layak.

“Kita sudah memohon kepada Pemerintah untuk membuatkan sandaran booat yang layak, namun hingga saat ini tidak ada respon dari Pemerintah setempat,” imbuh Sofian.

Menurut Sofian, seharusnya pemerintah juga harus fokus kepada kehidupan nelayan. Sebab, kesejahteraan nelayan Abdya untuk saat ini tegolong masih memprihatinkan.

”Yang sering terjadi tim dari dinas terkait turun tapi tanpa ada realisasi kepada masyarakat nelayan,” sebut mantan DPRK Abdya periode 2009-2014 dengan nada kecewa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here