BMKG Melalui BPBD Pamekasan, Puncak Musim Kemarau Tahun 2018 Diprediksi Terjadi Bulan Agustus – September

PAMEKASAN, Sabtu (04/07/2018) suaraindonesia.news.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan menginformasikan bahwa prediksi pucak musim kemarau 2018 akan terjadi pada bulan Agustus hingga September. Sabtu (04/08).

Hal itu seperti disampaikan Kepala BMKG pusat Dwikora Karnawati yang di sebarluaskan oleh BPBD Pamekasan.

“Puncak musim kemarau diwilayah Indonesia diprediksi terjadi pada bulan Agustus – September 2018,” jelasnya.

Ia juga menambahkan agar tetap waspada terhadap daerah-daerah hang rentan terhadap bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan.

“Sehingga kita secara lebih dini dapat mengatisipasi dan menyiapkan berbagai hal untuk meminimalkan kerugian ataupun sosial ekonomi,” ungkapnya.

Adapun 10 daerah yang paling kekurangan air bagi tanaman yang diliris BMKG untuk prediksi di bulan Agustus meliputi : Surabaya, Jogjakarta, Kuoang, Sumba Timur, Bima, Rote Ndao, Sumbawa, Larantuka, Maumere dan Sabu.

Terpisah, Kepala BPBD Pamekasan melalui Supervisor PusdalOps nya Budi Cahyono mengatakan bahwa sudah ada beberapa daerah yang mengalami kekurangan air dampak musim kemarau.

“Memang saat ini memasuki puncak musim kemarau dan sudah ada beberapa daerah yang dilaporkan mengalami kekurangan air bersih dan air pertanian di Pamekasan,” katanya.

Sementara itu di Kabupaten Pamekasan daerah yang terdampak kekeringan terdapat 310 dusun di 78 desa yang tersebar di 10 kecamatan diantaranya meliputi Kecamatan Tlanakan, Proppo, Pademawu, Palengaan, Pegantenan, Larangan, Kadur, Waru, Batumarmar dan Kecamatan Pasean.

Reporter : May-Ita
Editor : Agira
Publisher : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here